“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu” (Yoh 15: 9).
Yesus mengundang kita semua untuk tinggal dalam kasih-Nya. Kata tinggal dalam bahasa asli Yunani adalah meno yang berarti menetap, bertahan, atau berdiam. Ini bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan sebuah pilihan untuk menjadikan kasih-Nya sebagai rumah kita. Bagaimana cara kita tinggal dalam kasih-Nya? Jawabannya sederhana namun mendalam: dengan menuruti perintah-Nya.
Menariknya, Yesus menghubungkan ketaatan dengan sukacita. “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (ayat 11). Ketaatan bukan beban yang memberatkan, melainkan jalan menuju sukacita yang sempurna. Ini mengingatkan kita, bahwa hidup Kristiani bukanlah tentang serangkaian aturan yang membatasi, melainkan tentang relasi kasih yang membebaskan.
Dalam masa Paskah ini, kita diajak untuk merenungkan: “Sudahkah kita sungguh tinggal dalam kasih Kristus? Apakah ketaatan kita lahir dari kewajiban atau dari kasih?”
Mari kita buka hati untuk mengalami kasih Kristus yang membarui dan memberi sukacita sempurna dalam hidup kita.
Fr. Onesimus Mary, CSE
Kamis, 22 Mei 2025
Kis 15: 7-21 Mzm 96: 1-3.10 Yoh 15: 9-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

