Simply da Flores
1.
Dapur Rezeki Kehidupan
Ada asap dan ada api
nyala membakar lapar dan haus
mengubah harapan jadi kenyataan
Mata memandang nanar tergoda
Aroma membelai penciuman
Ada manusia yang sedang mengolah
dan ada yang mengemis minta sedekah
Api menyala di tunggu kebutuhan
Api membara di dapur kepentingan
Setiap pribadi meramu aneka bahan
Ada yang dengan jumlah uangnya
ada yang dengan jemari keringatnya
ada yang dengan ide pikirannya
ada yang dengan sakti kuasanya
Ada yang dengan air mata dan deritanya
2.
Api Yang Mematikan
Ada api yang terus menyala di mulutnya
selalu membakar siapa saja
Sekelompok lagi api di tangannya
terus mengejar membakar sesamanya
karena berbeda dan dicap kafir
karena kebenaran hanya milik mereka
Api tetap menyala di kepala dan pikirannya
atas nama kebenaran dan kesucian
Harus membakar siapa saja penghalang
Harus menghanguskan yang berbeda
Harus membunuh semua lawan
Karena
diri dan kelompoknya penguasa dunia
mereka adalah pemilik kehidupan
Egoisme dan selera pribadi
adalah Allah ciptaan dirinya
Kenikmatan kerakusan jadi alkitabnya
Kejahatan adalah hukum mereka
Api menyala itu senjata ampuhnya
yang berbeda harus dimusnahkan
3.
Menantikan Lidah Api
Mereka berkumpul dan berdoa
sadari kelemahan dan keterbatasan
menghadapi tantangan kehidupan dunia
Untuk bisa melukis harkat martabat
agar jadi pewarta kasih cinta
agar bisa memberi dan berbagi
agar mampu membuat diri bermakna arti
agar mengatakan kebenaran dengan berani
agar siap mewartakan dan bersaksi
dalam syukur tak bertepi
Kuasa Ilahi menjawab doa
terjadi pengalaman jiwa raga hakiki
Lidah api dicurahkan dalam pribadi
Ada terang cahaya menghampiri
ada rahmat surgawi datang menaungi
ada kekuatan iman sungguh diberkati
Lahirkan pembaharuan totalitas pribadi
Api kasih Ilahi dari Roh Kudus
“Setiap pribadi adalah nur Ilahi
Kita adalah Putra Fajar dan Putri Mentari
Pembawa cahaya dan damai
Pembagi kasih sejati di tengah dunia ini
Bukan api permusuhan iri dengki”
Api manakah yang kita miliki?
Api manakah yang kita pilih?
Jawaban ada pada setiap pribadi
4.
Arang dan Puing
Padang ilalang terbakar
api menari bara berkobar
Ada yang tertawa terbahak
dari gedung tinggi ruang sejuk dingin
Mereka pemilik api bara dan nyala
Entah apa dan siapa pribadinya
Rumah terbakar pemukiman hangus
ada yang mati terpanggang
Diiringi tepuk tangan bangga pelaku
karena proyek segera terlaksana
lokasi kebakaran dilingkari pita kuning
Arang hitam mencatat lara derita
Puing harta dan jasad menulis fakta
Tetapi
kebenaran pergi bersama asap
keadilan sirna ditelan bara dan nyala
Hanya api yang tahu pasti
perbedaan kasih dan iri dengki

