Tantangan dan kesulitan hidup kerap menguji iman. Pengalaman diperlakukan tidak adil, ditolak, dan disingkirkan jadi bagian dari pergumulan iman.
Begitu pula yang dialami Paulus, bahkan dilempari batu dan disangka telah mati. la ditolak, tapi bangkit kembali dan melanjutkan pelayanan. la bertekun dalam iman, meskipun situasi sangat sulit; tidak menyerah; terus memberitakan Injil dan menguatkan hati para murid. Ia menasihati mereka, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, harus siap menghadapi banyak sengsara.
Bertekun dalam iman berarti memiliki keberanian untuk tetap setia kepada Tuhan, meskipun menghadapi penderitaan. Ketika dunia menawarkan jalan ke luar yang mudah atau godaan untuk menyerah, kita diingatkan, bahwa iman sejati memerlukan keteguhan hati. Kita dipanggil untuk tetap berdiri teguh di tengah badai kehidupan. Kita percaya, bahwa Tuhan akan memberikan kekuatan untuk bertahan dan melewati setiap ujian.
Yesus mengajarkan kita tidak gelisah atau gentar. Dia memberi damai sejahtera yang memberi ketenangan berbeda dari yang ditawarkan dunia. Dengan damai ini, kita bisa bertekun dalam iman, karena tahu, bahwa Tuhan selalu menyertai.
Mari kita bertekun dalam iman, seperti Paulus dan Barnabas. Dengan iman teguh, kita mampu menghadapi segala sesuatu, karena percaya, bahwa Tuhan memberikan kekuatan yang diperlukan untuk mengatasi segala tantangan.
“Tuhan, tambahkanlah iman kami agar selalu setia bertekun dalam iman kepada-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

