Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Pribadi berhikmat itu
ibarat sekeping cermin
bening yang sanggup
memantulkan kebaikan
dan kebenaran sejati.”
(Didaktika Hidup Sejati)
Uniknya Sosok Pribadi Berhikmat
Siapakah sosok pribadi yang berhikmat itu? Dari manakah datangnya sosok yang sangat istimewa itu? Mengapa dia dianggap sebagai sosok pribadi yang berhikmat?
Secara gamblang, sosok pribadi yang berhikmat itu adalah sosok yang kesantunannya berasal dari Tuhan, sehingga apa saja yang dilakukannya sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka, pribadi berhikmat disebut juga sebagai sang bijaksanawan atau sang arifin.
Pribadi yang Cerdas
Dalam seluruh penampilan hidupnya, ia akan memancarkan sesosok pribadi yang cerdas, dan sanggup menguasai program hidup dengan benar, sehingga dapat membawa hasil.
Maka, seluruh gerak dan ekspresi hidupnya akan memancarkan kebaikan serta kebenaran sejati demi kebahagiaan sesama. Dalam konteks ini, dia bukanlah sebagai sosok pribadi yang suka memanipulasi suatu kebenaran, namun ia bersikap sangat santun sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran.
Menghadapi realitas dunia kita yang penuh kemunafikan, sosok pribadi yang berhikmat itu akan segera menjauhinya.
Dunia Membutuhkan Pribadi Berhikmat
Tatkala kita hidup dan berada di dalam sebuah realitas planet bumi yang penuh dengan kepalsuan, maka kita sangat membutuhkan sosok pribadi berhikmat itu. Kehadirannya justru akan sangat dibutuhkan, demi mencapai ketenteraman hidup manusia di atas bumi.
Maka, kehadirannya bagaikan Malaikat penyelamat, yang sanggup memancarkan kebaikan, kebenaran, dan kasih sejati. Sehingga mata dan kesadaran orang-orang benar akan terpikat pada daya pesona kearifannya.
Kehadirannya itu ibarat sekeping mentari yang sanggup memamcarkan berkas-berkas cahaya di tengah gulita hidup.
Adakah sosok pribadi yang berhikmat itu hadir dan hidup di tengah-tengah kita?
Bukankah keberadaannya itu laksana sekeping cermin bening yang sanggup memantulkan tindakan kasih Sang Ilahi?
Keajaibannya Mengagumkan Dunia
Dunia pun akan sanggup bergumam, “Terpujilah Nama Tuhan, karena kasih karunia-Nya lewat sosok figur yang sungguh berhikmat itu!”
Kediri, 20 Mei 2025

