Menggunakan nama orang tertentu untuk mendapatkan kemudahan sering terjadi dalam hidup sehari-hari. Karena di balik nama itu ada wibawa dan kekuasaan. Pengguna nama memanfaatkan pengaruh sang pemilik nama untuk kepentingan tertentu. Makin kenal dekat dengan pemilik nama, kian besar kemungkinan bagi si pengguna memanfaatkannya. Kalau si pengguna itu tidak kenal, maka sang pemilik nama dapat protes dan menggugat.
Paulus dan Barnabas memiliki wibawa dan kepercayaan diri dalam nama Yesus untuk bicara melawan orang-orang Yahudi yang iri hati dan menghujat. Dengan berani mereka menyatakan, bahwa diperintahkan jadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah dan membawa keselamatan sampai ke ujung bumi. Mereka menggunakan nama Yesus, karena sungguh mengenal dan percaya. Mereka menjalankan amanat Yesus: ” Sesungguhnya siapa yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab, Aku pergi kepada Bapa. Apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”
Kita mengenal dan percaya pada Yesus. Kita juga diberi kepercayaan untuk menggunakan nama-Nya, meminta kepada-Nya dalam doa-doa kita. Kita yakin Yesus tidak akan ingkar janji.
Mari kita meminta kepada-Nya atas dasar iman dan keyakinan, bahwa la akan melakukannya, karena cinta-Nya.
“Tuhan, teguhkanlah iman dan kepercayaan kami agar kami selalu melakukan sesuatu dalam nama-Mu yang mulia. Amin.”
Ziarah Batin

