Kegelisahan kerap muncul, karena ketidakpastian di masa kini dan masa depan. Ketika ada hal-hal yang terjadi di luar kontrol dan kemampuan manusiawi, kita kerap cemas dan gelisah. Contoh paling konkret terjadi di hadapan kematian orang yang paling kita sayangi. Kita tidak tahu pasti tentang hidupnya sesudah kematian dan kita juga mengalami ketidakpastian dalam hidup sesudah ditinggalkan orang yang kita sayangi.
Dengan mengatasi kegelisahan dan melenyapkan kecemasan, setiap orang beriman mendapatkan kepastian masa kini dan masa depan dalam kepercayaan kepada Yesus Kristus. Percaya, bahwa Dialah jalan, kebenaran, dan hidup. Dialah yang berjanji akan menyediakan tempat di rumah Bapa, karena ada banyak tempat di sana, bahkan memberi jaminan: “… Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”
Keyakinan iman akan Yesus Kristus inilah yang diyakini memberi pengharapan, membangkitkan sukacita, dan kegembiraan bagi setiap orang beriman dalam hidup sekarang, di sini, dan di sana, nanti dalam kehidupan kekal.
Tantangan hidup dan godaan duniawi kerap menantang untuk kurang percaya, karena itu setiap orang beriman harus sungguh-sungguh terlibat dalam aneka aktivitas yang menyuburkan imannya di tengah komunitas gerejawi.
“Tuhan, tambahkanlah selalu iman kami agar kami selalu hidup dalam kepastian yang menggembirakan dalam hidup setiap hari. Amin.”
Ziarah Batin

