“Kecewa dan sakit hati itu milik pemalas yang egois. Orang yang murah hati itu diberkati-Nya.” -Mas Redjo
Sesekali kecewa dan sakit hati itu lumrah dan manusiawi. Jika sering mengalami hal itu berarti kita ini sombong dan egois, karena selalu mencari pembenaran sendiri atau juga menyalahkan orang lain.
Kita tidak mau berubah, karena merasa nyaman bersembunyi di balik keegoan dan kesombongan diri!
Padahal tanpa belajar dan berusaha keras, kita tidak bakal memperoleh berkat Tuhan. Apalagi untuk memahami karunia kasih-Nya.
Sadar diri dan memahami, bahwa tidak ada ilmu atau kepandaian yang ‘manjing’ sendiri alias tanpa dipelajari, jika tidak perkenan-Nya, dan itu mukjizat!
Tidak ada istilah, makin tua kian bijaksana dan rendah hati, jika kita tidak mau menjalani hidup prihatin, olah batin, dan mewujudkannya dengan hati sabar serta tabah dalam hidup keseharian.
Begitu pula dengan hidup tanpa kecewa dan sakit hati, jika kita tidak mau belajar mengendalikan diri dan memohon pertolongan rahmat serta kasih Tuhan.
Dasar untuk memiliki pribadi yang rendah hati dan mengasihi adalah, saya belajar dari Yesus yang rela korbankan diri untuk menebus dosa dan keselamatan umat manusia.
Mantra kasih yang saya gunakan setiap kali orang mengecewakan dan menyakiti saya adalah, “Karena aku mengasihimu sebagaimana Tuhan mengasihiku. IA murah hati agar aku meneladani-Nya untuk murah hati pula kepada sesama.”
Jalan memaafkan, mengampuni, dan mengasihi itu harus dilewati setiap hari, di mana pun dan kapan pun agar kita jadi pribadi yang rendah hati dan bijaksana.
“Hati Yesus yang Maha Kudus, jadikanlah hati kami seperti hatimu…”
Tuhan memberkati.
Mas Redjo

