Di mana saja kita berjalan dan berada harus bisa merasakan kehadiran Tuhan. Sebab, saat kita kehilangan rasa ini, maka yang terjadi adalah hidup yang tidak ada maknanya sama sekali. Kita seperti berjalan sendiri, tanpa mempunyai arah hidup yang jelas.
Hidup yang benar adalah, ketika kita bisa mengkoneksikan hidup kita dengan Tuhan. Peristiwa penampakkan Tuhan yang bangkit ingin memastikan, bahwa para murid itu harus hidup bersama dengan Dia. Tuhan juga memberikan jaminan, bahwa Dia akan terus menyertai mereka.
Sekali kita menolak kehadiran-Nya, maka pada saat itulah kita bukan siapa-siapa. Kita hanya jadi pribadi yang hidup, tapi tidak pernah benar-benar hidup. Sekali lagi, berani kukatakan, bahwa hidup tanpa bersama dengan Tuhan, terasa sekali, hidup ini tidak ada artinya.
Bisakah sekarang kamu berkata, “Itu Tuhan”. Tujuannya adalah, supaya kamu menyadari, bahwa dalam hidupmu, kamu harus bisa merasakan kehadiran Tuhan.
Rm. Petrus Santoso SCJ

