“Orang yang menanam itu bakal memanen perbuatannya. Orang yang bertobat dan mohon belas kasih Tuhan, diampuni-Nya.” -Mas Redjo
Tidak ada cara lain untuk memotong rantai karma, jika kita tidak melewati jalan pertobatan dan hidup makin baik serta berkenan bagi Tuhan. Karena Tuhan adalah kasih agar kita saling mengasihi dan bahagia.
Percaya pada hukum sebab akibat itu baik agar kita berhati-hati dalam berperilaku hidup keseharian untuk tidak menuai karma dari perbuatan sendiri di kemudian hari.
Tidak sekadar percaya, tapi saya mengimani dan mengamini, bahwa Tuhan murah hati dan mengasihi umat-Nya. Ia mempunyai rencana yang terbaik bagi Saulus. Lewat pertobatan, Saulus yang semula mengejar dan menganiaya murid Yesus, dipilih dan diubah hatinya oleh Tuhan untuk jadi pewarta iman yang andal dan tangguh serta kemudian ia dikenal sebagai Rasul Paulus.
Berlaku juga bagi siapa saja, dan tidak terkecuali yang mau menjalani jalan pertobatan itu agar hidupnya berkenan bagi Tuhan.
Semangat hidup pertobatan itu saya jalani dengan doa pembuka pada Roh Kudus: “Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dijadikan lagi, dan Engkau akan membaharui muka bumi.”
Saya izinkan Roh Kudus mengubah hati saya jadi baru, sebagaimana IA mengubah dunia.
Saya mohon penyertaan dan terang Roh Kudus agar sertai dan pimpin hidup saya agar terarah dan fokus menjalani hidup pertobatan dalam sepanjang hari untuk mengabdi dan melayani Tuhan.
Doa pagi itu saya tutup dengan 3 kali Doa Bapa Kami dan 3 Doa Salam Maria.
Tidak terasa saya telah menjalani hidup jalan pertobatan itu lebih dari 6 bulan. Hidup saya makin tentram, damai, dan bahagia.
Jalan pertobatan itu yang harus dilewati dengan semangat rendah hati untuk saling mengasihi agar hidup kita berkenan bagi Tuhan.
Salam dan berkat kasih.
Mas Redjo

