Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Orang hebat adalah dia
yang tidak pernah takut,
tapi selalu bangkit.”
(Kata-kata Mutiara tentang Kehidupan)
Apa itu Mutiara Hidup?
Mutiara hidup adalah sesuatu yang sangat berharga dan bernilai tinggi di dalam kehidupan manusia. Maka, tidak pelak sesuatu itu akan jadi incaran manusia di sepanjang hidupnya.
Mengapa demikian? Bukankah segala sesuatu yang bernilai tinggi itu, justru akan selalu diperjuangkan manusia agar dapat jadi miliknya?
Gagasan Cemerlang Mahatma Gandhi
Sang pahlawan kemanusiaan yang sangat anti kekerasan (ahimsa), itu menyimpulkan, bahwa terdapat ‘tujuh buah dosa besar’ umat manusia yang akhirnya menyelinap ke dalam arena kehidupan tanpa diundang.
Adapun ketujuh buah dosa itu antara lain:
- Kekayaan tanpa bekerja.
- Kenikmatan tanpa suara hati.
- Pengetahuan tanpa karakter.
- Perdagangan (bisnis) tanpa moralitas (etika).
- Ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan.
- Agama tanpa pengorbanan
- Politik tanpa prinsip.
Jika Anda sungguh cermat merenungkan ketujuh buah dosa itu, bukankah di balik itu terdapat nilai-nilai luhur alias mutiara hidup yang sudah tercecer dan terbuang?
Mengapa? Ya, raihan atau perolehan dari ketujuh buah dosa itu justru tanpa dilandasi oleh perjuangan luhur dari sang panglima sejati. Bukankah untuk meraih sebutir mutiara hidup, manusia itu mutlak perlu memperjuangkannya?
Kisah Keluhuran dari sebuah Perjuangan
Ada seorang pemuda mendaki sebuah gunung dan menemukan sebuah gua, dan ia menjelajahinya.
Di dalam gua itu, ia menemukan sebuah mutiara berharga. Namun sayangnya, mutiara berharga itu justru berada di dalam mulut seekor naga raksasa.
Tapi ia tidak surut langkah. Ia terus berusaha dengan keras untuk dapat merebutnya, namun ia malah terluka.
Ia akhirnya pergi dengan tangan hampa. Dengan hati sedih diputuskannya untuk mulai menjalani kehidupan normal. Akhirnya ia menikah dan dikaruniai seorang anak. Hari-hari dijalaninya hidup ini dengan bekerja keras.
Namun di masa tuanya, tatkala putra semata wayang itu telah pergi meninggalkannya dan juga sang istri telah meninggal dunia; maka hasrat untuk merebut mutiara berharga itu pun kembali bergairah.
Sumpahnya, “Sebelum aku meninggal, aku ingin kembali untuk melihat mutiara berharga di dalam gua itu.”
Kini, ia kembali melewati jalan rintisannya di masa lalu itu. Ternyata, mutiara itu tetap tersimpan dan masih tetap indah.
Juga didapatinya, bahwa naga raksasa itu kekuatannya telah surut dan sama sekali tidak menakutkan lagi. Lalu pria itu dengan mudahnya mengambil mutiara indah itu. Lalu ia pergi.
(Pius Pandor, CP)
Ex Latina Claritas
Realitas Hidup
Hidup itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan manusia, bukan?
Artinya, bahwa hidup itu mutlak diperjuangkan. Tanpa lewat suatu perjuangan berupa hidup pun mati, Anda tak akan meraih apa pun. Cita-cita luhur meraih mutiara indah itu tidak akan terwujud.
Bukankah di dalam arena kehidupan ini Anda akan berhadapan dengan monster-monster kehidupan berupa naga-naga raksasa yang dengan eratnya mencengkram mutiara indah itu?
Butuh suatu Kearifan
Tentu untuk keberhasilan meraih mutiara indah itu, Anda membutuhkan kebijaksanaan berupa: kalkulasi yang cermat, strategi yang jitu, keahlian untuk berperang, dan juga kedewasaan secara insani.
Bukankah untuk meraih sesuatu yang bernilai indah itu dibutuhkan strategi dan kearifan di dalam bersikap?
Ya, bukankah mutiara-mutiara hidup itu masih tetap tersimpan untuk siapa saja yang gigih memperjuangkannya?
Kediri, 15 Mei 2025

