Yoh 15: 9-17
“Hakikat terdalam dan puncak tertinggi dari sebuah cinta adalah pengorbanan. Ketika seseorang rela berkorban nyawa, maka jangan pernah lagi meragukan keutuhan cintanya kepadamu. Namun, tidak semua pencinta dapat mencapai garis akhirnya yakni rela berkorban bagi mereka yang dicintainya. Hanya Yesuslah yang mampu memadukan secara sempurna antara cinta dan pengorbanan dalam kematian-Nya.”
Bukti cinta dan pengorbanan Yesus bisa dibaca dalam Injil hari ini: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (ayat 13). Dia yang rela mati, karena cinta itu adalah Yesus.
Beberapa pokok permenungan bagi kita adalah:
1) Kita dilahirkan untuk saling mencintai;
2) Berkorban adalah ujian terhadap panggilan kita untuk mencintai;
3) Kebaikan, mengampuni, dan berkorban adalah bukti dan buah dari hati yang mencinta.
Mencintai sesama adalah bukti dari kemuridan kita dari Yesus. Maka ingatlah pesan cinta-Nya kepada kita: “Kasihilah seorang akan yang lain” (ayat 17).
Monsignor RD Inno Ngutra

