Red-Joss.com – Seberat dan sesulit apa pun hidup ini, jaga kemurnian hati. Karena hati adalah sumber mata air kebaikan dan pusat tahta Allah.
Menjaga kemurnian hati itu ibarat mendaki bukit terjal berliku dan kiri-kanannya menganga jurang. Selain ekstra berat dan sulit, kita dituntut untuk hati-hati agar tidak terpeleset jatuh, celaka, dan binasa.
Untuk menjaga kemurnian hati itu, kita dituntut ‘eling lan waspada’ dalam mengatasi godaan si jahat. Baik yang muncul lewat mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, mulut untuk bicara, pikiran, atau lewat perilaku.
Caranya adalah, dengan hati yang jernih kita mengontrol pikiran untuk menjaga bicara, sikap, dan perilaku kita agar tidak menyinggung atau melukai perasaan orang lain.
Dengan hati pula kita diajak belajar mencermati, mengenal, memahami, dan mengakrabi suara hati yang sebenarnya. Sehingga kita tidak terperosok jatuh ke dalam godaaan setan yang sering menyamar dan berpura-pura baik.
Sesungguhnya untuk mengenali kamuflase setan itu tidak sulit, asalkan kita memiliki sikap rendah hati. Karena sifat setan itu sombong, tidak mau diremehkan, dihina, dan mau menang sendiri.
Berbeda dengan pribadi yang rendah hati. Ia sabar, lembut hati, mendulukan kepentingan orang lain, rela berkorban, dan mengasihi sesama.
Begitu pula dalam menghadapi deraan dan beban berat hidup. Orang yang rendah hati tidak mengeluh, sambat, gelap mata, dan putus asa. Sebaliknya ia terus berjuang dan setia dalam doa. Karena ia percaya, penyertaan Allah makin meneguhkan imannya dalam menyelesaikan apa pun persoalan yang dihadapinya.
Sesungguhnya, niat dan kehendak baik serta tujuan yang baik, dijamin hasilnya baik. Karena segala sifat yang baik itu bersumber dari Allah Yang Mahabaik.
Teruslah berjuang menjaga kemurnian hati, karena hati ini tahta-Nya.
…
Mas Redjo

