Dalam pewartaan kita harus bekerja bersama. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri.
“Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka berdua-dua, lalu memberikan kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat” (Mark 6: 7).
Dengan kuasa, rahmat, dan karunia dari-Nya, para murid itu diutus.
Tidak ada seorang yang menunda, saling menunggu, berdiskusi panjang lagi, minta izin sana-sini, dan tidak perlu membawa macam-macam. Mereka juga tidak harus ragu atau takut, para murid itu diutus.
Mereka diutus oleh Yesus untuk jadi pewarta di tengah masyarakat. Tugas utama yang dibawa mereka hanya satu, yaitu sebuah pesan keselamatan untuk setiap orang.
Bagaimana dengan saya, kau, dan kita diutus Tuhan? Yukk, kita pergi bersama-sama. Saya tidak mau sendirian mewartakan. Tapi harus bersama dengan kau!
Kita adalah para pewarta Sukacita Injil yang diutus oleh Tuhan.
Ketika merefleksikan lebih dalam tugas ini, kita merasakan, bahwa ini adalah karunia yang diberikan oleh Yesus dengan Roh Kudus.
Lihat pesan yang kita dapatkan dari pesan keselamatan ini:
- Pertobatan,
- Pemurnian,
- Kasih, dan
- Damai.
Ke-4 pesan tersebut kita dapatkan setiap kita mewartakan Sukacita Injil.
Jika aku menemukan banyak kesulitan, bagaimana denganmu? Pasti kau juga. Ini adalah tugas yang tidak mudah. Selalu saja ada yang menolak dan tidak menerima kita. Sejak semula, penolakan itu diterima oleh para murid pertama, bahkan di awal sejarah Kristiani, penolakan dan penganiayaan dengan kekerasan dialami. Sebuah pelajaran yang sangat berharga, supaya kita jadi lebih kuat. Kita makin mengandalkan kekuatan dari Tuhan.
Yang paling penting adalah kita harus bekerja bersama. Tidak boleh sendiri-sendiri. Komunitas kita di mana-mana harus sehati, sejiwa, dan guyup. Hal ini memudahkan kita bekerja untuk melaksanakan tugas pewartaan. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

