“Kepada siapakah kami pergi, jika tidak kepada-Mu, Guru?”
Ungkapan di atas yang menyatakan kesetiaan dan rasa ketergantungan yang sangat kuat pada Tuhan. Kalimat ini menekankan, bahwa tidak ada tempat atau pihak lain yang bisa jadi tumpuan harapan dan keselamatan selain pada Tuhan (Yoh 6: 68).
Dari sebuah lagu, saya selalu ingat salah satu syairnya yang berbunyi: “Tuhan, masihkah gerangan sembahku Kau terima?”
Mirip dengan pertanyaan Petrus, lagu ini wujud rasa ketergantungan penuh kepada Tuhan, di mana tidak ada alternatif lain yang dapat memberikan penghiburan, kekuatan, atau jawaban atas kesulitan yang dihadapi. Sebuah cerminan keyakinan, bahwa Tuhan adalah sumber segala sesuatu dan satu-satunya tempat untuk menemukan kebenaran, kasih, dan harapan.
Goresan telunjuk jari di hapeku ini, dua hari yang lalu aku doakan untuk temanku yang kakaknya meninggal, karena stroke. Sore harinya untuk dua saudara sepupuku yang saudaranya meninggal seketika, karena disamber kendaraan, dan kemarin sore untuk teman gerejaku yang mengalami luka hati, karena niat baiknya disalahgunakan temannya sendiri.
Tuhanku, Engkau adalah yang paling sempurna untukku berlabuh, ketika hatiku gundah.
Salam sehat.
Jlitheng

