Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sendu resah alunan
peluit terompet malam
membangunkan angkasa rabun
berlelap kantuk membungkam kerling-kerling genit
sang gemintang
(Pada Sepotong Catatan)
Kesadaran adalah Mentari
Sungguh, tidak seorang pun yang akan membantah, bahwa betapa penting dan mendasarnya unsur kesadaran yang senantiasa bercokol mesra di dalam diri seorang anak manusia. Kesadaran itu laksana sekeping mentari yang sanggup menerangi seluruh cakrawala hidup ini.
Jika tanpa adanya unsur kesadaran yang bercokol di dalam dada sadar ini, sesungguhnya keberadaan Anda itu bagaikan seonggok makhluk yang tidak bernyawa.
Ya, kesadaran itu adalah ibarat nyala api yang sanggup menerangi seluruh langkah hidupmu.
Keresahan Hidup
Ketika alur hidupmu bagaikan sepenggal keresahan serta ketidakpastian, maka percayalah, bahwa mata hati Anda masih diselubungi oleh kegelapan. Itulah ketidaksadaran.
Sadarilah senantiasa, bahwa seluruh realitas hidupmu ini hanyalah sebuah kesementaraan semu. Maka, segeralah berdamai dengan seluruh realitas hidup ini.
Ketidaksadaran adalah Belenggu
Karena seluruh realitas hidup ini bukanlah milik dan tujuan akhir dari totalitas arah hidupmu. Engkau akan tersesat, jika engkau terpikat dan terikat pada trik godaan serta pesona semunya. Hanya dibutuhkan setitik kesadaran, maka Anda akan terbebas dari ikatan belenggu kegelapan itu.
Ke mana Anda pergi dan berada, apa pun yang akan Anda hadapi, katakan dengan lantang, bahwa semua realitas hidup itu bukanlah tujuan akhir dari hidupmu.
Maka, segeralah engkau jauhi dan janganlah sesekali kau mau terikat serta terpikat pada daya pesonanya.
Karena bukankah seluruh kegelisahan dan resah hidupmu itu justru berasal dan bersumber dari dorongan naluri kerakusan hidupmu?
Maka, segara untuk melepas bebaskan dirimu dari tarikan dan lilitan jemari gurita culas hidupmu.
Di balik semuanya itu, sekali lagi, hanya dibutuhkan secercah cahaya kesadaran yang bertumbuh dari dalam hatimu.
Akhirnya Anda akan jadi sang pemenang, jika sanggup melepas bebaskannya.
Serukan dengan lantang kepada jiwamu, “Hai jiwaku, bebaskan dirimu dari ikatan belenggu kegelapan!”
Itulah dasyatnya misteri dari sebuah kesadaran.
…
Kediri, 9 Mei 2025

