Yoh 6: 44-51
“Ketika Yesus berbicara tentang roti hidup yang harus disantap oleh para pengikut-Nya, maka Ia berbicara tentang daging dan darah-Nya. Ia lalu mengangkat roti dan anggur dan mengatakan: Inilah Tubuh-Ku, inilah Darah-Ku. Ambillah dan makanlah, ambillah dan minumlah. Sesungguhnya saat itu, Yesus tidak berbicara tentang lambang atau simbol, melainkan tentang Tubuh dan Darah-Nya, walaupun yang sedang di tangan-Nya adalah roti dan anggur.”
Ia menegaskan dalam Injil hari ini: “Akulah roti hidup yang telah turun dari Surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (ayat 51).
Beberapa pokok permenungan bagi kita adalah:
1) Roti dan anggur, ketika dikonsekrir dalam Ekaristi Kudus maka bukan lagi simbol atau lambang melainkan benar-benar adalah Tubuh dan Darah Tuhan;
2) Tubuh dan Darah Tuhan itu kita temukan secara nyata di dalam Gereja Katolik, ketika Misa Kudus dirayakan;
3) Jangan lupa mengenyangkan rohmu dengan santapan surgawi ini dalam setiap misa kudus.
Akhirnya ingatlah penegasan Scoth Hahn: “Ekaristi Kudus adalah perjamuan surgawi yang diadakan di dunia, yakni di dalam Gereja yang Yesus dirikan, yakni Gereja Katolik.”
…
Monsignor RD Inno Ngutra

