“Hidup ini harus menginspirasi, karena sumbernya dari Sang Ilahi.” -Mas Redjo
…
Sesungguhnya, hidup yang tidak direfleksikan itu tidak layak dihidupi.
Saya teringat dengan nasihat Guru bijak, bahwa kehidupan dan waktu adalah 2 Guru yang terbaik. Hidup ini mengajarkan pada kita untuk memanfaatkan waktu, dan waktu mengajarkan kita nilai kehidupan.
Jika saya ingin sukses membangun keluarga bahagia dan karier, saya harus pandai mengelola waktu ini dengan baik, efektif, dan bermanfaat.
“Jadilah pribadi yang bertanggung jawab,” tegas Bapak. Maksudnya, dengan bertanggung jawab pada diri sendiri, kami menjaga nama baik dan martabat keluarga. Sekaligus agar kami jadi pribadi yang jujur, tidak mengecewakan harapan, dan kepercayaan orang lain.
Bapak tidak membatasi kami dalam berteman dan bergaul dengan siapa saja, karena ia percaya, bahwa kami bisa membawa diri untuk memilah serta memilih yang baik.
Bapak juga jarang menegur anak-anaknya, kecuali mengingatkan kami agar tidak lupa waktu dan tanggung jawabnya; baik sebagai pelajar, membantu pekerjaan Ibu di rumah, dan sebagainya.
Peduli, karena bertanggung jawab pada diri sendiri dan lingkungan itu yang diingatkan pada kami. Artinya, agar kami tidak abai untuk berbela rasa dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.
Semangat kepedulian, berbela rasa, dan tanggung jawab itu harus terus dihidupi agar api jiwa ini senantiasa menyala.
Hidup bermakna itu anugerah Tuhan, karena kita adalah alat-Nya!
…
Mas Redjo

