Ya Bapa, kusiapkan pikiranku sebelum doa syukurku. Sebab, yang kupikirkan sering kali tidak mengikuti kehendak-Mu. Hidupku mengalir, tanpa merasakan getaran kehadiran-Mu. Karena itu, ya Bapa luruskanlah pikiranku.
Ya Yesus, kusiapkan hatiku sebelum doa syukurku. Sebab, yang kurasakan sering kali tidak mengikuti ajaran-Mu. Hidupku mengalir saja, tanpa ada kepekaan, bahwa Engkau sedang menyertaiku. Karena itu, ya Yesus, fokuskanlah hatiku.
Ya Roh Kudus, kusiapkan rohku sebelum doa syukurku. Sebab, yang kubatinkan sering kali tidak mengikuti hati nuraniku. Hatiku mengalir saja, tanpa bisa membedakan mana yang baik dan jahat. Karena itu, ya Roh Kudus, tuntunlah rohku.
Ya Bunda, kusiapkan jemariku sebelum doa syukurku. Sebab, yang kupegang sering kali bukan rosarioku. Jemariku sibuk memegang benda yang lain. Karena itu, ya Bunda, mari bersamaku berdoa rosario dan dengarkanlah doa-doaku melalui perantaraanmu. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

