Setiap orang butuh makanan dan minuman supaya dapat melanjutkan kehidupannya. Tanpa makanan dan minuman kita pasti mati kehabisan energi, karena tubuh senantiasa membutuhkan asupan untuk dapat tetap hidup.
Kenyataan hidup jasmani ini dipakai Yesus untuk menggambarkan tentang hidup rohani kita. Dia jadi Roti Hidup yang dibutuhkan manusia. Dengan menyantap Sang Roti Hidup, kita membangun persatuan yang sungguh tak terpisahkan dari-Nya.
Gambaran ini secara sakramental kita hayati dalam perayaan Ekaristi. la jadi Roti dan Anggur yang dipecah-pecah dan dibagi-bagikan kepada semua sebagai lambang persatuan dengan-Nya dan dengan sesama. Ketika menyambut komuni; Tubuh Kristus menyatu dalam tubuh, jadi daging dan tidak ada yang bisa memisahkan kita dari-Nya.
Sesudah bersatu dengan Kristus Sang Roti Hidup, kita dipanggil dan diutus menjadi roti kehidupan bagi sesama dan alam semesta. Kita dinobatkan jadi misionaris cinta kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari; memberi inspirasi kebaikan lewat perkataan dan perbuatan kita dan teristimewa memberi perhatian kepada mereka yang lemah, miskin, tersingkir dan telantar di lingkungan hidup kita masing-masing.
“Tuhan, bantulah kami untuk senantiasa bersatu dengan Kristus Sang Roti Kehidupan. Amin.”
…
Ziarah Batin

