Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa” (Yoh 6: 34).
Kerinduan terdalam manusia ialah untuk bersatu dengan Tuhan, Penciptanya. Demikian juga orang banyak itu, setelah mendengar penjelasan dari Yesus tentang hakikat dari Roti Hidup, mereka menyatakan keinginannya untuk memiliki Roti Hidup itu. Namun, mereka tidak memahami sepenuhnya, bahwa Sang Roti Hidup itu ialah Yesus sendiri, yang menyerahkan diri-Nya jadi santapan bagi jiwa manusia.
Kita dapat menyantap tubuh Yesus yang memberikan Tubuh dan Darah-Nya dalam perayaan Ekaristi. Mother Teresa dari Kalkulata mempunyai semangat bertemu Tuhan dalam doa, bertemu Tuhan dalam perayaan Ekaristi, bertemu Tuhan dalam Adorasi Sakramen Mahakudus, bertemu Tuhan dalam diri orang miskin di antara yang paling miskin.
Jika kita menyambut Tubuh Kristus dalam Ekaristi, maka jiwa kita akan selalu dikenyangkan oleh rahmat yang mengalir dari Sang Roti Hidup. Roti hidup yang kita santap jadi bekal dalam perjalanan kita menuju tanah terjanji, hidup abadi.
Marilah kita senantiasa menyambut Yesus dengan hati yang layak dan sepenuh hati, agar kehadiran Kristus dalam diri ini menghasilkan buah berlimpah dalam kehidupan kita.
…
Sr. M. Yoanita, P. Karm
Selasa, 06 Mei 2025
Kis 7:51-8:1 Mzm 31:3-4.6-8.17.21 Yoh 6:30-35
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

