“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh 14: 6b).
Pribadi Yesus mencerminkan kebenaran, yakni pada seluruh perkataan dan tindakan-Nya. Dalam diri setiap manusia, Allah juga meletakkan kebenaran, yakni di dalam lubuk hatinya yang terdalam. Dengan demikian, semua manusia dipanggil untuk hidup dalam kebenaran, mengatakan dan melakukan kebenaran. Karena kelemahan daging kita, dari diri sendiri tidak akan mampu melakukan kebenaran. Dalam dunia yang sudah jatuh dalam dosa, kita sulit untuk melakukan kebenaran dalam hidup keseharian, dalam tugas-tugas kita.
Banyak orang yang mengetahui dan berbicara tentang kebenaran, tapi sedikit yang melakukan atau menghayatinya secara konsekuen. Misalnya, seseorang memberikan renungan tentang kerendahan hati, namun dia tetap jadi seorang yang sombong, dsb. Tentulah hal yang demikian hanya jadi batu sandungan bagi para pendengarnya. Tentang hal ini, Yesus mengajarkan untuk mengikuti yang diajarkan seorang tentang hal yang baik, tapi jangan mengikuti yang dilakukannya.
…
Sr. M. Stefani, P. Karm
Sabtu, 03 Mei 2025
1Kor 15: 1-8 Mzm 19: 2-5 Yoh 14: 6-14
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

