“Kejarlah dengan pertanyaan yang memojokkan agar Ego itu diam dan tidak berkutik, untuk akhirnya kita menjawab: ya, dan jadilah baik!” -Mas Redjo
Hidup ini pilihan, tapi untuk jadi baik itu keputusan, dan itu anugerah Tuhan!
Karena itu saya tidak mau dinina-bobokan ke jurang kemalasan dan derita oleh Ego. Saya cepat sadar untuk tidak seharusnya mencari-cari atau menyalahkan orang lain. Kecuali menjawab, ya. Semua itu akibat keteledoran dan kesalahan saya serta tidak boleh diulangi lagi. Tapi untuk ditebus, dibenahi, dan diperbaiki agar jadi baik.
Syarat utama untuk mengalahkan keakuan diri, alias Ego itu adalah kerendahan hati. Karena Ego tidak mampu melakukan hal itu.
Ego itu sombong, tinggi hati, dan mau benar serta mau menangnya sendiri. Ego tidak mau disalahkan, apalagi dikalahkan. Karena Ego itu gengsinya sundul langit.
Untuk mengendalikan, tepatnya mengalahkan Ego, selain rendah hati, adalah dengan berpikir baik, berprasangka positif, dan optimis penuh harapan.
Dengan bersikap rendah hati, saya tidak mudah tersinggung, kecewa, terluka, dan sakit hati. Mengalah pada siapa saja, karena saya ingin mendulukan kepentingan orang lain, dan memahaminya.
Dengan mendisiplinkan kebiasaan berpikir hal baik, secara otomatis saya menjauhi, dan menolak hal buruk maupun perbuatan jahat.
Dengan selalu berprasangka positif, bahwa semua orang adalah baik. Ciptaan Tuhan itu baik adanya. Jika orang berbuat buruk itu dipastikan dari si Jahat.
Dengan selalu optimis dan penuh harapan, karena saya melihat hikmat Tuhan. Semua peristiwa yang terjadi di dunia itu tidak ada yang ‘ndilalah’ atau kebetulan. Tapi semua itu adalah ketetapan-Nya. Tujuannya agar mudah bersyukur dan berterima kasih atas karunia kasih-Nya.
Semangat rendah hati itu harus dimiliki oleh umat Kristiani yang telah dibangkitkan Tuhan Yesus agar kita jadi manusia baru. Hidup seturut kehendak-Nya!
Terpujilah Tuhan!
Mas Redjo

