“Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak” (Kis 5: 20).
Kisah ini mengingatkan kita, bahwa kebebasan sejati ditemukan dalam ketaatan kepada Allah. Para Rasul dipenjara, karena mewartakan Injil, tapi dilepaskan oleh Malaikat dan diperintahkan kembali mewartakan ‘firman hidup’. Tindakan mereka menunjukkan keberanian untuk mengutamakan kehendak Allah di atas rasa takut.
Pada zaman sekarang, kita mungkin tidak menghadapi penjara fisik, tetapi sering terjebak dalam ‘penjara’ lain: ketakutan, tekanan sosial, atau kebingungan moral. Namun, seperti para Rasul, kita dipanggil untuk bersaksi, bahkan di tengah berbagai tantangan.
Kebebasan sejati adalah kebebasan untuk hidup dalam kebenaran. Kita dapat memulainya dengan tindakan sederhana, yakni berbagi pesan positif, mendukung mereka yang membutuhkan, atau menunjukkan kasih di tempat kerja dan keluarga.
Allah yang penuh kasih, tolonglah kami untuk hidup dalam kebebasan sejati bersama-Mu. Berikan kami keberanian untuk mewartakan kasih-Mu kepada dunia.
Sr. M. Yvonne, P. Karm
Rabu, 30 April 2025
Kis 5: 17-26 Mzm 34: 2-9 Yoh 3: 16-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

