“… dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah” (Kis 4: 33b).
Buah dari pencurahan Roh Kudus dalam hidup Jemaat awal tidak hanya mukjizat dan kesaksian lisan yang diilhami, tapi, juga secara aktif saling peduli dan berbagi harta. Berbagi merupakan wujud kasih kita kepada sesama.
Yesus sendiri mengajarkan, bahwa kita harus mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri (bdk. Mrk 12: 31).
Sebagai anggota Gereja yang kudus, kita juga dipanggil untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Dengan berbagi harta yang dimiliki, kita telah meringankan beban mereka yang kekurangan, hidup dalam kemiskinan, kelaparan, maupun terluka. Namun, berbagi itu tidak terbatas dalam bentuk materi, tapi, juga dapat berupa kepedulian dan kerelaan untuk membantu sesama yang kesulitan, berduka, kesepian, juga kesediaan untuk memberi waktu mendengarkan keluhan sesama, memberi perhatian dan senyuman yang menghangatkan bagi sesama yang membutuhkan penghiburan. Tindakan berbagi dengan sesama juga menunjukkan tanda kasih kita kepada Yesus.
Sr. M. Jocellyn, P. Karm
Selasa, 29 April 2025
Kis 4:32-37 Mzm 93:1-2.5 Yoh 3:7-15
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

