Simply da Flores
Kudengar bising derik roda kereta
berpacu dengan langkah seribu nafas berlari
dalam sosok Jaran Kepang
yang terus berjibaku
mengalahkan waktu
Hari-hari mencatat kisah cerita
hidup adalah derik roda ziarah damba
Jaran Kepang sudah seperti usang
lantaran hadir kereta, pesawat dan roket
yang juga hampir tergusur
karena ada mobil terbang
Pada halaman digital dunia maya
yang merangkul waktu dan jarak dengan jemari
Demi melayani setiap imajinasi dan kreasi
Nafas dan tenaga kuda
biasa dipakai melabel gelora jiwa
Orang-orang berlari seperti kesetanan
pada roda-roda generasi insani
Digerakan aneka kata dan angka
mengejar hasrat rindu dan damba
tak peduli siang dan malam
entah di desa dan di kota
Hidup adalah roda nafas perjuangan
Menunggu di stasiun kereta
Kulihat seribu langkah pergi
Kusaksikan sejuta langkah datang
Seperti lincahnya penari Jaran Kepang
dan derap kuda di padang gersang
Mengejar angin dibakar terik
dipeluk rumput dan sabana nasib
disegarkan air hujan dan kolam takdir
Tidak semua rindu damba digapai nalar
Jaran Kepang dan kereta api
adalah wajah dinamika kreasi manusia
di hamparan padang imajinasi zaman
Adalah sosok inovasi pikiran insani
di lintasan rel kehidupan manusia
dengan irama perubahan abadi
Menunggu itu sering terasa membosankan
Menanti yang terjadwal pun belum tentu pasti
Karena tidak semua harapan bisa jadi kenyataan
Pengalaman adalah guru tanya dan jawaban bersemi
Saksikan gaya penari Jaran Kepang
seperti melihat roda nafas menggilas waktu
demi meraih rindu damba pribadi
Antara yang pergi dan pulang di stasiun kereta
Antara fakta dan harapan di padang belantara zaman
Antara inovasi peran dan takdir hidup di panggung sandiwara
Antara kreasi nalar insani dan hukum alam semesta
Antara inkarnasi tanya dan jawaban bagi jiwa raga
Hanya waktu dan angin tahu sosok wajah misteri

