Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Lukisan Tangan yang
sedang Berdoa”
(Kisah Kedua Sahabat)
The Praying Hands
Pernahkah Anda melihat sebuah lukisan atau pahatan berupa relief dari kedua telapak tangan yang tengah erat terkatup?
Nah, itu adalah sebuah lukisan dari kedua buah telapak tangan dari seseorang yang sedang terkatup yang menyimbolkan sikap berdoa. Itulah sebuah lukisan yang kini sudah mendunia yang dikenal sebagai “The Praying Hands,” “Tangan yang sedang berdoa.”
Tangan yang sedang Berdoa
(Kisah dari Kedua Sahabat)
Pada tahun 1492 di Jerman hidup dua orang yang bersahabat dengan sangat baik. Keduanya masing-masing bernama Albrecht Durer dan Franz Knigstein. Juga kebetulan keduanya memiliki kesamaan hobi ialah sama-sama suka melukis.
Namun sayang, karena keduanya berasal dari keluarga miskin, maka mereka tidak dapat melanjutkan studi. Keduanya berpikir keras, bagaimana caranya agar mereka dapat kuliah di sebuah universitas?
Sebuah kesepakatan diambil, bahwa salah seorang di antara keduanya akan kuliah dan yang seorang akan mencari uang untuk membiayai kuliah sahabatnya. Setelah itu, yang seorang pun akan mendapat giliran untuk juga kuliah.
Siapakah yang akan mendapat kesempatan pertama untuk kuliah? Mereka pun mengundi. Hasilnya, ternyata Durer yang akan lebih dulu kuliah sedangkan Knigstein bekerja.
Setelah tuntas kuliahnya, Durer pun menjumpai sahabatnya sesuai kesepatan antar mereka.
Di suatu hari, Durer sungguh menyadari, bahwa betapa besarnya jasa baik dari sahabatnya itu. Dengan tidak disengaja pula, ketika Durer cermat melihat, bahwa ternyata betapa kasar dan hitamnya kedua telapak tangan sahabatnya itu.
Maka, kian sadarlah ia, bahwa hal itu sebagai akibat dari bekerja keras sambil berjemur di terik matahari. Bukankah semua itu, justru demi kelancaran pembayaran uang kuliahnya?
Sekali peristiwa, di saat Durer sedang duduk santai, dilihatnya sahabatnya itu sedang berdoa dengan mengatupkan kedua telapak tangan kasarnya itu.
Apa yang Durer lakukan? Dengan diam-diam, dibuatnya sebuah sketsa dari kedua telapak tangan sahabatnya itu. Skhirnya, jadilah sebuah lukisan yang kini dunia kenal sebagai “the praying hands.”
Rahkito Jati Omi
(Segelas Susu)
Sepasang Telapak Tangan Erat Terkatup
Kata ‘tangan,’ bukankah itu simbol dari sejumput kuasa, bakat, dan minat dari seseorang di dalam hidupnya? Tiliklah pada tangan seniman tari, gitaris, seorang panglima perang, atau jurnalis, serta tangan Ibu kita?
Mari cermatilah pada tangan yang sedang erat merangkul, membopong, menggendong, merias, merenda, dan tangan yang terkatup erat di kala seseorang sedang berdoa.
Pertanyaan Reflektif dan Kritis
- Bagaimana dan sejauh manakah Anda telah memanfaatkan tangan-tangan Anda?
- Apakah tangan-tangan Anda sudah berperan sebagai sarana kasih?
Menilik pada tabiat kasih dari kedua sahabat yang telah memanfaatkan tangan-tangan mereka sebagai sarana kasih, maka sungguh berbahagialah mereka.
Apa Peran Sentral dari Tangan-tangan Anda selama Hidup ini?
Apakah sebagai sarana berdoa dan berbuat kasih ataukah…?
Kediri, 29 April 2025

