Red-Joss.com – Jangan pernah bersikap tidak peduli, cuwek, dan masa bodoh. Ketika kita melihat orang yang berduka, menderita, terpuruk, atau yang berbeban berat dalam hidupnya. Bagaimana, jika hal itu terjadi dan kita alami?
Sesungguhnya tidak seorang pun ingin hidup terpuruk dan menderita. Semua orang pasti ingin sukses dan bahagia.
Alangkah baik dan bijak, jika semangat kepedulian itu dibangun sejak usia dini. Bahkan, lebih baik lagi, dimulai sejak bayi itu dalam kandungan Bunda!
Lho?!
Tidak seharusnya kamu jadi bengong, melongo, nyirir, dan meremehkan hal itu.
Tidak seharusnya pula kamu tidak percaya hal itu.
Kedekatan hubungan anak dengan orangtua, khususnya Sang Bunda dimulai sejak janin itu terbentuk. Ikatan batin itu makin erat, ketika disirami dengan pikiran, perkataan, dan perilaku baik dari orangtuanya.
Dengan semangat cinta kita memberi contoh dari hal yang sederhana tapi sarat makna. Sehingga sikap peduli, berempati, dan berbagi pada sesama itu bertumbuh dan mengakar kuat pada jiwa anak.
Dengan bukti, kita memberi tanpa diminta, segelas air pada mereka yang haus. Makanan pada mereka yang kelaparan. Ringan tangan pada mereka yang membutuhkan pertolongan. Dengan doa, kita memohon kebahagiaan bagi setiap insani.
Dengan pikiran, bisikan mesra penuh cinta, dan perilaku baik itu kita mengajari dan memberi contoh pada janin agar memahami makna mengasihi sesama. Sehingga anak bertumbuh dengan semangat mengasasihi.
Dengan semangat mengasihi sesama, kita mengajak semua orang berperan serta dan aktif berbagi sukacita agar semua makhluk bahagia.
Sesungguhnya kebahagiaan sejati itu milik semua orang.
Semangat berbagi kepada sesama, nikmati hidup bahagia.
…
Mas Redjo

