Thomas jadi murid yang tidak ideal untuk contoh, selama Yesus menampakkan diri sesudah kebangkitan-Nya. Terlalu lambat untuk segera percaya. Terlalu mengada-ada permintaannya. Juga terlalu detil dan meminta bukti. Hal itu mengagetkan! Tapi semua permintaannya itu dipenuhi oleh Yesus. Tidak satu pun terlewatkan. Akhirnya Thomas bersama murid yang lain, mengalami kehadiran Tuhan yang bangkit. Bahkan ditegaskan saat itu, bagi yang melihat dan yang tidak melihat, jika percaya akan Yesus yang bangkit itu disebut sebagai yang berbahagia. Thomas pun mengungkapkan pengalamannya: “Ya, Tuhanku dan Allahku!”
Bagaimana dengan kita, apakah sering berperilaku dan bertindak seperti Thomas?
- Lambat untuk segera percaya. Sudah diyakinkan, tapi tetap tidak percaya. Justru kadang ngeyel dan mengajak berdebat. Bisa jadi ada motivasi lain, yaitu supaya dikatakan hebat, karena berdebat. Padahal untuk percaya itu tidak harus berdebat. Lebih bijak merasakan di hati ini, “Adakah ketertarikan, kerinduan, dan kemantaban mengikuti Dia?”
- Mengada-ada, detil, dan minta bukti segala. Hal itu yang sering kita lakukan. Jika sedang berdoa, kita minta diberi tanda oleh Tuhan. Jika terus-menerus dilakukan, hal itu tidak etis. Kita tidak percaya dan tidak yakin dengan doa yang didaraskan. Menurut cerita, banyak yang diberi bukti oleh Tuhan. Ada juga yang menafsirkan sendiri, atau belum diberi tanda hingga sekarang. Meski begitu kita tidak boleh frustasi, ngambek, atau marah dengan Tuhan. Lebih bijak, kita sabar menunggu, rendah hati, dan berserah ikhlas.
- Sekarang, bagaimana kita bisa mengungkapkan pengalaman kita dalam bentuk kata dan kalimat. Kalau saya sering menuliskan ini, “Just obey Him.” Sebab, makin taat kepada-Nya, saya selalu ditunjukkan jalan hidup untuk melangkah. Bagaimana dengan dirimu?
- Santa Faustina juga mempunyai kredo, yaitu “Jesus, I trust in You”. Bahkan Santa ini mengalami samudra kerahiman di dalam hidupnya. Oleh karena itu bagi yang ingin mengalami samudra kerahiman pada Minggu Kerahiman, lakukan beberapa hal ini:
- Mengaku dosa lewat Sakramen Tobat.
- Mendoakan intensi Bapa Paus.
- Menerima Komuni.
- Mengikuti Doa Kerahiman Ilahi dengan mendaraskan Doa Bapa Kami, Doa Aku Percaya di depan Sakramen Mahakudus.
- Selamat berpesta untuk para devosan Kerahiman Ilahi dan selamat merasakan “Samudra Kerahiman-Nya” dalam hidup kita. Tuhan sungguh telah bangkit. Alleluya!
“Berbahagialah dalam semangat kebangkitan-Nya.”
Rm. Petrus Santoso SCJ

