Dalam ilmu ‘Design Thinking’ yang saya ajarkan kepada para mahasiswa di UMN, ada tahapan yang disebut ‘prototype’, visualisasi (wujud) dari ide-ide (janji) pertolongan kepada orang lain.
Untuk dapat membuat ‘prototype’ yang benar, dibutuhkan pribadi yang tidak hanya pintar, kreatif, tapi memiliki integritas tinggi. Saya memakai prinsip Inggris “man of his words.”
Jadi pribadi yang “man of his words,” berarti jadi orang yang menepati janjinya, bertanggung jawab atas perkataannya, dan selalu menepati apa yang telah disepakati. Ungkapan ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bisa dipercaya dan memiliki integritas tinggi.
Seseorang yang “man of his words” akan selalu memenuhi apa yang telah dijanjikannya, baik itu janji kecil maupun janji besar.
Mereka bertanggung jawab atas perkataan dan tindakan mereka, dan tidak akan mudah mundur atau membuat alasan untuk tidak memenuhi komitmen mereka.
Mereka tidak akan berkata-kata tanpa tindakan atau janji yang tidak akan ditepati. Mereka akan selalu memastikan, bahwa perkataan mereka memiliki arti dan akan ditindaklanjuti.
Mereka memiliki integritas yang tinggi dan akan selalu bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip yang mereka pegang, termasuk dalam menepati janji dan bertanggung jawab atas perkataan mereka.
Meskipun ungkapan ini sering digunakan untuk laki-laki, prinsip “man of his words” berlaku untuk semua orang, tanpa memandang jenis kelamin.
Kesimpulan: Dengan jadi pribadi yang “man of his words,” seseorang dapat membangun kepercayaan dari orang lain, meningkatkan reputasi pribadi, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang lain.
Prinsip ini dapat diterapkan di semua bentuk karya, jabatan, posisi bahkan pelayanan.
Salam sehat.
Jlitheng

