Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Apa yang sedang kau
tanam?” tanya Setan.
“Pohon anggur,”
jawab Nabi Nuh.
(Dari Legenda Perancis)
Lidah Umat Manusia
Orang-orang dari berbagai suku bangsa memang sangat doyan untuk meminum dan menikmati lezatnya minuman anggur itu.
Saking nikmatnya minuman itu, tidak sedikit orang yang sudah bagaikan kesetanan akan melalap dan menghiruf, bagaimana nikmatnya aroma khas minuman penghangat tubuh asal negeri Perancis itu.
Saking tenarnya minuman yang satu ini, sampai-sampai bangsa Perancis memiliki sebuah legenda bermakna berkaitan dengan lezatnya minuman anggur.
Dampak Meminum Anggur
Ketika Nabi Nuh sedang menanam anggur, Setan melihatnya dan dengan penasaran bertanya, “Apa yang sedang kau tanam?”
“Pohon anggur,” jawab Nuh.
“Apa gunanya pohon itu?” tanya Setan.
“Ya, buahnya,” jawab Nuh, “Enak dipandang dan lezat rasanya. Orang bisa mendapatkan minuman keras darinya yang akan membahagiakan hatinya.”
Kemudian Setan itu pergi. Ia mencari seekor domba dan membunuhnya. Setelah itu, ia menumpahkan darah domba itu ke lubang tempat pohon anggur itu ditahan. Setan juga melakukan hal yang sama dengan singa, monyet, dan babi.
Sejak saat itu, bila seseorang meminum sedikit anggur, ia akan tampak dan jadi semanis serta menyenangkan seperti seekor domba. Namun, bila orang itu mulai menambah dosisnya, dia akan jadi sekuat dan sekasar singa. Jika terus menambah dosisnya, dia akan menjadi sebodoh monyet. Andaikan dia berhenti minum, kasihan dia, karena dia akan jadi seperti babi.
(Legenda dari Perancis)
Dari Karakter Manusia yang Mana pun
Apakah Anda sungguh sebagai seorang yang berkarakter melankolis sejati, yang serba sendu dan halus perasaannya? Ataukah si sanguinis, yang doyan berkotek dan periang sejati? Ataukah Anda seorang koleris, yang doyan membanting tulang, namun tidak sanggup menikmati keindahan? Ataukah Anda itu seorang flegmatik tulen yang serba adem ayem dan sangat kebapaan? Demikian keempat tipe manusia sesuai temuan filsuf Hippocrates 400 tahun sebelum Kristus.
Namun jangan sejengkal mundur dan ragu, tapi yakinlah pula, bahwa mereka semua, dari karakter apa pun pasti tidak menolak, jika kepadanya disuguhkan secangkir anggur.
Minuman Penuh Rahmat tapi Terkutuk
Dalam konteks ini, nyali dan karakter sejati seseorang itu akan diuji. Sejauh mana dia dapat mengontrol dan mampu mengendalikan dirinya. Karena sudah terbukti, bahwa minuman berlabel internasional ini, ternyata telah sanggup menjadikan Anda semanis tabiat seekor domba, atau segarang seekor singa lapar, dan setolol seekor monyet, serta sedungu seekor babi.
Dari secangkir minuman asal negeri menara Eiffel ini, karakter sejati Anda akan diuji. Bahwa siapakah Anda itu, jika ditinjau dari aspek pengendalian diri.
Godaan Terbesar yang Berdampak Besar pula
Kita telah membaca, mengetahui, mendengar, dan bahkan menyaksikan sendiri, bahwa tidak sedikit korban manusia sebagai dampak dari kemabukan. Antara lain juga mabuk karena meminum minuman anggur.
Dia yang telah Meminum Anggur
Perzinahan, pembunuhan, janji-janji palsu, penipuan, perampokan, dan korupsi juga tak terpisah dari dunia kemabukan ini. Efek kemabukan itu, manusia akan bertingkah setingkat binatang. Sehingga akan melahirkan naluri kepurbaan dari seorang manusia.
Efek negatif terdasyat dari kemabukan memang berdampak sangat besar bagi kehidupan ini. Dalam konteks ini, kesejatian seorang anak manusia akan diuji, bahwa sejauh mana dia akan bertahan dan sekuat apa dia bersikap.
Bukankah kemabukan adalah sebuah isyarat dari ketakberdayaan seseorang yang tidak sanggup mengontrol dan mengendalikan diri?
Laksana sekeping emas akan diuji dengan bara api nan membara, dan laksana kesetiaan yang akan diuji lewat sekeping kesabaran. Demikian pula ujian terberat untuk kesetiaan sejati bagi seorang anak manusia.
Minuman anggurlah batu ujiannya!
Kediri, 25 April 2025

