Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Saat ban kehidupanmu
kian menggelembung,
maka segeralah Anda
mengempiskannya.”
(Amanat Hidup Sadar)
Sebuah Realitas Menantang
Sungguh riil dan sangat menantang, bahwa dalam arena kehidupan ini, tidak selalu dan selamanya akan berjalan dengan mulus serta nyaman. Fakta hidup secara transparan telah membuktikan itu.
Mengapa justru selalu terjadi hal-hal yang demikian? Karena selalu saja ada aneka faktor gangguan yang menyebabkannya.
Nasihat Seorang Anak
Suatu hari terjadi kemacetan lalu lintas yang amat panjang dan sungguh menyebalkan. Usut punya usut, ternyata ada sebuah truk peti kemas yang terjepit saat hendak memasuki sebuah terowongan.
Dampaknya, bahwa truk malang ini tidak sanggup bergerak lagi. Sekalipun kepala truk sudah masuk, tapi badan truk masih menyerempet atap terowongan itu.
Maka, segera datanglah montir dan polisi lalu lintas untuk membantu membebaskan truk malang itu. Namun, ternyata upaya itu tidak membawa hasil. Dampaknya kemacetan total justru kian panjang.
Sementara para montir itu bekerja keras, tampak seorang anak sedang berlalu lalang di situ. “Hei, anak kecil, pergi dari sini! Apa kerjamu di sini?” Namun apa yang terjadi? Sebelum pergi, anak itu pun sempat berkata, “Oom, coba kempeskan sedikit ban truk itu.”
Mendengar ocehan spontan anak kecil itu, sang montir pun terpana sejenak. “Oh ya, bisa juga ya, akan segera kucoba.”
Maka, montir itu pun meminta kepada sopir agar sedikit mengempiskan ban truk itu. Apa yang terjadi? Benar juga, karena setelah ban truk itu sedikit dikempiskan, maka loloskan truk itu melewati terowongan.
(Adaptasi dari A de Mello, SJ).
Menurunkan Tensi Emosi Kehidupan
Orang-orang sering mudah untuk marah, justru ketika tersulut emosinya. Hal ini biasanya kita istilahkan dengan sebutan ‘naik pitam alias naik darah.’ Mengapa orang-orang itu akan segera naik pitam? Tentu, karena ada faktor-faktor penyebabnya.
Jika kita mau kembali sejenak untuk mencermati kisah macetnya sebuah jalan raya sebagai akibat dari body truk yang tidak lolos mulut terowongan dan seruan spontan bocak ingusan itu, maka semoga terjagalah nurani bening kita akan hukum sebab akibat.
Ban-ban Kehidupan yang perlu Dikempiskan
- Ban gengsi dan merasa berkuasa.
- Ban kemarahan.
- Ban korupsi.
- Ban kecemburuan.
- Ban egoisme.
- Ban fanatisme dan sikap intoleran.
Bukankah semua deretan ban yang tertulis di atas ini, justru akan sangat mudah melahirkan kemacetan hidup yang berkepanjangan?
Dengarkan Suara Hati
Jika suara bocah ingusan itu disadari sebagai suara sang malaikat kecil, maka sudilah mendengarkan suara hatimu.
Marilah kita, sudi mengempiskan ban-ban kehidupan kita secara sadar lewat nurani jernih dan hati tulus!
Karena bukankah kehidupan ini pun hanyalah sebuah kesementaraan?
…
Kediri, 23 April 2025

