Simply da Flores
…
1.
Kata-kata terus mengguyur deras
tak peduli siang dan malam
membasahi jagat peradaban
tak peduli kaya miskin
tak peduli di mana tinggal
tak peduli ukuran usia
Asalkan hidup di dunia maya
pasti disirami bahkan digilas hancur
2.
Kemajuan Iptek zaman digital
telah jadi musim hujan abadi
Mengurung manusia menghirup nafasnya
bukan udara tetapi data
Lalu terbang lintas ruang dan waktu
rayakan pesta sejuta imajinasi
meski telapak tetap dipeluk debu tanah
3.
Hari ini baru kusadari
ternyata hujan kata-kata tidak ada batas musim
Guyurannya deras bahkan laksana badai tsunami
terjadi siang malam mencengkram jiwa raga
Awalnya pikiran manusia bangga menciptakan
Namun
seterusnya manusia dikendalikan kreasi Iptek
4.
Musim hujan kata-kata
telah menciptakan peradaban baru
lalu mengendalikan manusia penciptanya
dan gilirannya manusia harus tunduk menghamba
agar bisa mendapat manfaatnya
Malahan manusia mau jadi data
demi meraih bahagia Surga abadi
yang diyakini terjamin di dunia maya
Mungkin manusia sedang terasing dengan hakikat pribadinya
5.
Pikiran manusia adalah pencipta hujan kata-kata
Kreasi dan dahaga nafsu adalah samudra yang trus menguap
Imajinasi dan dambanya jadi angkasa
Keserakahan bisa jadi panas membara
jika hati nurani dan sanubari jiwa buta
karena memutlakkan pikiran menuruti nafsu
6.
Musim hujan kata-kata
bisa jadi fakta keterasingan kodrati insani
yang melupakan kehadiran Sang Ilahi dalam pribadi
Sebagai asal, penyelenggara dan tujuan adanya manusia di dunia
Namun
ada juga yang berargumentasi
bahwa kreasi pikiran adalah wujud hakikat manusia
yang berinkarnasi dari Sang Sabda
yang juga Mahakreator
Hujan kata-kata terus mengguyur zaman dan peradaban

