Oleh: Dewi Shinta N.
Red-Joss.com – Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), siapa yang tidak mengenal dua profesi ini?
Pertumbuhan teknologi yang sangat cepat ternyata tidak serta-merta mengurangi fungsi RT/RW di Indonesia, bahkan di era saat ini, teknologi informasi semakin mendorong para ketua RT/RW untuk bekerja lebih transparan, efisien dan efektif dalam melaksanakan tugas-tugasnya melayani masyarakat.
Keberadaan ketua RT/RW juga terbukti semakin penting, karena keberadaannya itu memudahkan pemerintah menjangkau warga. Misalnya, pada pandemi lalu, RT/RW dibutuhkan sebagai bagian dari program penanganan pandemi secara nasional.
Berangkat dari sebuah cita-cita, menjadikan ketua RT/RW di seluruh Indonesia lebih dihargai dan berdampak bagi kemajuan Indonesia. Founder RT/RW Network ID @rtrwnetwork Valent Hartadi, meyakini, jika RT/RW adalah garda terdepan, dan satu-satunya struktur yang langsung berhadapan dengan warga. Oleh sebab itu, tidak ada alasan jika profesi ini tidak memiliki dampak apa-apa. Ditambah, RT/RW adalah pekerjaan yang mulia, karena dilakukan dengan sukarela.

“Semua yang kita lakukan berasal dari ‘consent’ kepedulian. Kita tahu kalau di pemerintahan itu yang resmi hanya sampai kepala desa atau kelurahan. Kita melihat selama ini RT/RW itu terlalu dipandang sebelah mata. Kami bersama teman-teman ingin mengangkat “derajat” ketua RT/RW. Karena memang perannya yang signifikan itu. RT/RW bisa dibilang struktur terkecil dalam masyarakat tapi dampaknya besar sekali,” ungkap Valent.


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.