“Awali hari untuk memberikan yang terbaik dari diri sendiri dan ikhlas hati, karena Tuhan memberi kita senantiasa yang terbaik.” -Mas Redjo
“Memberikan yang terbaik dari yang dimiliki, sebelum orang lain melakukan hal yang sama.”
Nasihat bijak Mbah Singaredja itu mengajar saya untuk hidup prihatin. Meski tidur larut malam, tapi tetap bangun pagi agar rezeki kita tidak dipatuk ayam, alias didului orang lain.
Maksud Mbah Singaredja, tidur larut malam itu sarana refleksi diri untuk makin mendekatkan kita kepada Tuhan, sekaligus mengatur rencana kerja untuk diwujudkan pada keesokan harinya.
Ketika saya komplain, kurang tidur itu membuat tubuh jadi lemah dan mudah terserang penyakit. Apa jawaban Mbah?
“Yang penting itu tidur berkualitas, Le. Orang mudah sakit, karena tidak mengelola hidup sehat. Orang yang menderita itu berasal dari buah-buah pikiran sendiri. Tapi orang yang akrab dan dekat Tuhan itu hidupnya bahagia berlimpah sukacita, serta dijamin panjang usia,” jelas Mbah mantap hati.
Saya diam, memandang ke arah Mbah Putri yang usianya hampir seabad itu, tapi wajahnya tetap segar sumringah, giginya utuh, dan kulit tubuhnya licin tanpa kerutan.
Dari Mbah Putri, saya memperoleh resep awet muda. Gigi Mbah Putri utuh, putih, dan komplet, itu karena biasa ngunyah sirih, menyantap makanan yang tidak panas agar tidak memicu kadar gula naik. Mandi air wayu, yang diendapkan semalam. Meski mandi subuh, air terasa hangat. Sebaliknya, jika mandi air hangat yang dijerang (kompor) membuat kulit jadi kering dan kisut.
Dengan memberikan yang terbaik, ikhlas hati, dan sebelum dilakukan oleh orang lain, sesungguhnya Mbah mengajar saya untuk jadi pionir dalam segala hal. Dikerjakan ikhlas hati itu tanpa beban pikiran, sehingga dijamin hasilnya luar biasa.
Melayani dengan memberikan yang terbaik untuk sesama itu seperti yang telah diteladankan oleh Tuhan Yesus dalam Perjamuan Terakhir. Melayani dengan semangat rendah hati, karena mengasihi dan rela berkorban bagi mereka yang dicintai.
Mas Redjo

