Simply da Flores
…
1.
Pada malam Perjamuan Akhir
sesuai tradisi adat budaya
ada roti tak beragi
ada sajian daging domba
ada anggur yang lezat
Tetapi…
ada adegan penuh tanya
yakni sebuah acara perpisahan
ada kisah sungguh misteri
“daging tubuh-Mu jadi roti
dan darah-Mu dijadikan anggur
Sebuah Perjanjian Baru Makna Cinta”
Sejarah telah mencatat perjalanan kisah-Mu
Ada banyak data dan informasi tersebar
Ada begitu banyak organisasi yang mengaku pengikut-Mu
Bahkan
sesama yang mengaku pengikut-Mu saling fitnah dan bermusuhan
Apakah itu pelaksanaan Hukum Cinta Kasih?
2.
Sejarah peradaban telah mencatat
Eros itu hasrat cinta penuh birahi
Amor itu kesepakatan cinta saling melengkapi
Tetapi…
pada malam Perjamuan Akhir itu
ada beberapa hal baru diajarkan
yang belum pernah diketahui sebelumnya
dalam relasi antara manusia
Engkaulah Alfa dan Omega
Engkau adalah Putera Allah
Engkaulah pelaku utama Karya Keselamatan
Dan kami harus memilih untuk pribadi
Percaya dan mengikuti-Mu atau tidak?
Benarkah Engkau Penebus dosa dan Sang Juru Selamat?
3.
Engkau ajarkan hakikat makna Pemimpin
Pemimpin adalah seorang pelayan rakyat
Dia mau tunduk rendah hati untuk melayani
dengan rela membasuh kaki para murid-Nya
Bukan duduk ditahta dan dihormati
Bukan berkuasa memerintah dan menjajah
Apalagi jadi koruptor mencuri uang rakyat
lalu pandai bersilat lidah penuh tipu daya
dan mengatasi masalah dengan menciptakan deretan masalah baru
Yang membelenggu dan mencekik nasib rakyat
Apakah Engkau Raja Adil dan Bijaksana untuk kehidupan manusia sepanjang zaman?
Masihkah Engkau melihat dan mendengar jeritan doa semua korban ketidakadilan?
Apakah Engkau justru membiarkan para penjahat kekuasaan, uang, dan senjata?
Banyak penjahat itu mengaku pengikut-Mu
4.
Engkau ajarkan cinta Agape
yang melakukan kasih sayang kemanusiaan hakiki tanpa pamrih
yang mencintai tanpa mengharapkan balasan
yang rela memberikan nyawanya bagi semua orang
termasuk para pendosa dan yang memusuhi kita
Satu contoh cinta Agape yaitu pengampunan
Mau mendoakan dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita
seperti diri kita pun bisa salah dan memohon ampun
Mungkin Agape itu disebut cinta buta dan gila
Karena yang ada pada kami hanya kata dan angka
Semua kemasan untuk kebutuhan dan kepentingan diri
Doa kami paling banyak isinya permohonan untuk kebutuhan pribadi
Siapakah yang harus kami teladani dalam kehidupan iman dan rohani?
5.
Ajaran Hukum Kasih dinyatakan
Engkau serahkan tubuh-Mu jadi roti hidup
Engkau tumpahkan darah-Mu menjadi darah penebusan
“Inilah tubuh-Ku, ambillah dan makanlah untuk kehidupan kekal
Inilah darah-Ku, ambillah dan minumlah
Darah Perjanjian Baru dan kekal
untuk keselamatan abadi”
Sebuah bagian skenario Karya Keselamatan
Antara Nazareth, Betlehem, Yerusalem, dan Golgota
Sebelum Halleluia Paskah sebagai puncak adegannya
Selain kasih sayang para Ibu yang melahirkan dan membesarkan kami
Sekarang lebih marak bisnis kekerasan, kebencian, dan permusuhan
yang mewarnai zaman dan kehidupan kami
Sosial media jadi ajang bisnis konflik dan permusuhan
Masihkah ada kasih sejati di bumi ini?
6.
Mengenang dan merayakan Malam Perjamuan Akhir-Mu
terbayang kisah penciptaan alam semesta
teringat puncaknya di Taman Firdaus
Kami manusia tercipta dan hadir untuk hidup di bumi
Debu tanah adalah roti kehidupan kami
Samudra dan angkasa adalah isi piala kami
Agar sejarah peradaban cinta dibangun
Agar kisah cerita cinta bersemi
Namun …
hawa nafsu menghapus terima kasih
Kesombongan dan kebodohan nalar terus membuat sirna kesadaran bersyukur
Eros dan Iblis menguasai jiwa raga
Hukum Cinta Kasih makin tersingkir dan sirna
Benarkah Engkau adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan kami
Masihkah Engkau mendengar pengaduan problema hidup kami?
7.
Engkau telah menyelesaikan film Karya Keselamatan
Bukti Mahakasih tak bertepi
Fakta Mahacinta lestari abadi
Namun…
“Rencana-Mu bukanlah rencana kami
Pikiran-Mu bukanlah pikiran kami”
Zaman terus berkembang dan bersemi
Jarak Kisah Perjamuan Akhir, Jalan Salib, Golgota, dan Paskah sudah sekitar 2000 tahun
Kreasi nalar kami melahirkan zaman digital milenial
Inovasi kehidupan terus berdinamika
Maka…
sekarang pun sedang terjadi
Ada “Roti digital dan Piala milenial”
yang tercipta untuk menjamin kebahagiaan abadi manusia
Benarkah Engkau menyertai kami sampai akhir zaman?
Atau kami yang tak mau disertai oleh-Mu?
8.
Antara Malam Perjamuan Akhir di Yerusalem
dan malam perjamuan zaman digital milenial ini
Ada kilau sejuta warna tanya
Ada gemerlap aneka tawaran pilihan
Ada pesona alami hakiki kehedak-Mu
Ada kreasi inovasi artifisial nalar
Dan
kami harus memilih bagi diri pribadi
dengan segala keterbatasan jiwa raga
Sedangkan…
Bertaburan bujuk rayu dan ancamam
yang dikreasi untuk menghilangkan Agape dan Karya Keselamatan-Mu
Bahkan
terang benderang menghujat melawan-Mu
Ke manakah kami berharap?
Di manakah pertolongan-Mu?
9.
Dalam Kerahiman Piala Darah-Mu
aku datang menulis sepotong sajak pribadi
“Basuhlah jiwa raga kami dengan darah kudus-Mu
Cucilah iman kami yang kotor dan hina dina
Selamatkan pikiran kami yang bodoh dan picik
Sempurnakanlah pribadi kami
yang tak tahu bersyukur
Perbaiki memori data kami
yang terserang virus dan eror
agar kembali berfungsi sesuai program Karya Keselamatan-Mu”

