“Hidup adalah pertanyaan dan jawaban untuk dipahami: hidup bahagia adalah ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan.” -Mas Redjo
Selalu bertanya pada diri sendiri sepanjang hidup untuk dijawab sendiri: “Apakah kita mengasihi Tuhan?”
Pertanyaan itu sederhana, tapi sulit untuk menjawabnya, apalagi untuk dijabarkannya, dihidupi secara nyata dan gamblang agar mudah dipahami orang lain.
Bagi saya pribadi, lebih bermakna dan menginspirasi itu dengan keteladanan hidup. Tidak sekadar berkata-kata kosong, tapi nasihat itu yang harus dihidupi dengan perilaku baik dalam keseharian.
Alasan saya adalah, keteladanan hidup itu harus terus menerus direfleksikan. Apakah kita sungguh taat kepada Tuhan untuk menuruti perintah-Nya, yakni hidup untuk saling mengasihi dan bahagia?
Kita mengasihi sesama itu sebagai perwujudan Tuhan yang murah hati. Hidup untuk memberi dari yang kita miliki, karena semua sudah terberi oleh-Nya.
Murah hati adalah cerminan kasih Tuhan yang harus dimiliki dan dihidupi agar kita jadi pribadi yang pengasih, penyayang, dan rendah hati.
Dengan taat pada perintah Tuhan, kita tidak menggadaikan cinta-Nya demi kenikmatan daging dan dunia. Tapi kita setia pada kehendak-Nya untuk hidup jujur dan benar di hadapan-Nya.
Taat dan setia pada kehendak Tuhan adalah cerminan dari orang yang beriman. Untuk hidup saling mengasihi dan bahagia.
Mas Redjo

