Ketika masalah datang, spontan aku menyalahkan orang-orang yang ada di sekitarku, mulai dari orang yang tidak aku sukai, lalu lingkunganku dan kemudian di tempat kerjaku, padahal kenyataannya, akulah yang bersalah.
Kesalahanku dimulai dari kebiasaanku yang tidak disiplin, suka menyepelekan, dan kebiasaanku yang memiliki sikap malas.
Ketika sadar, bahwa aku yang bersalah, semuanya itu tidak mudah diperbaiki. Aku sudah mengalami kelelahan, mulai muncul rasa tidak percaya diri, dan pada akhirnya hendak mengambil keputusan yang tidak direncanakan sebelumnya.
Di sinilah aku belajar, ketika bersalah, aku harus segera diperbaiki kesalahan itu. Sebab, jika kesalahan itu dibiarkan, maka yang terjadi adalah seperti yang aku alami saat ini.
Belajar dari setiap kesalahan adalah pelajaran yang sangat berharga, karena dari kesalahan itu saya bisa melihat sisi kehidupan yang benar.
Itulah sebabnya, hari ini aku berani mengakui, bahwa “Benar, akulah yang bersalah. Maafkan aku yang keras kepala ini.”
Macau, 16 April 2025
Rm. Petrus Santoso SCJ

