“Banyak undangan reunian dengan teman sekolah itu biasa. Tapi yang luar biasa itu reuni antar pelayan kasih.” -Mas Redjo
Jika reunian dengan teman sekolah itu umumnya yang dibicarakan kisah sukses, anak-anaknya yang hebat, teman yang telah berpulang, hingga penyakit yang diderita di masa tua. Tidak heran, jika ada sebagian teman yang merasa tidak nyaman, bosan, dan jadi malas mengikuti reunian berikutnya.
Berbeda dengan reuni pelayan kasih yang adalah panggilan hati. Umumnya yang dibicarakan dalam pertemuan itu adalah tugas dalam melayani sesama, retret atau rekoleksi, dan hal-hal rohani yang mententramkan jiwa.
Jika diundang reuni dengan teman sekolah, saya sesekali ikut hanya untuk bernostalgia. Sedang untuk kumpul dengan sesama pelayan kasih, saya selalu menyempatkan diri untuk hadir. Bertemu dengan teman lama seperjuangan dalam melayani itu membahagiakan hati.
Begitu pula, jika kangen suasana rohani, saya ikut rapat di komunitas lain yang sama seperti yang saya ikuti, sekadar untuk berdoa, tapi memberi tahu maksudnya di awal sebelum rapat dimulai.
Suasana berdoa bersama dengan sesama komunitas itu ngangeni dab kerinduan hati. Kesempatan itu bagi saya adalah anugerah Tuhan di senja usia agar saya makin dekat dengan-Nya.
Sejatinya dengan beribadah dan berdoa bersama umat itu adalah jalan tol kita membangun intimasi dengan Tuhan dan sesama.
Kedekat-eratan hubungan kasih itu menyatukan iman dan menuntut saya untuk selalu siap sedia, jika suatu saat nanti saya dipanggil untuk menghadap kepada Sang Pencipta.
Sumonggo Gusti.
Mas Redjo

