Simply da Flores
1.
Duduk di sudut rindu imajinasi
aku bentangkan jemari kedua tangan
lalu coba menghitung jumlah nafas
Sejak pertama lahir ke dunia
hingga saat berhenti sejenak di sini
Ternyata…
sudah ribuan bahkan jutaan kali terjadi
dan mungkin tak pernah mampu aku menghitungnya
Dan
aku merasakan konyol hina dina
di hadapan angin dan debu
“Aku jarang peduli dengan nafasku
Aku kurang memelihara alat pernafasanku
Aku lalai bersyukur atas nafas hidupku”
2.
Saat senja di pantai damba jiwa
aku melamun melihat album memoar
sudah jadi apa dan siapa
dalam kelana langkah selama ini
Ada banyak gagal dan sedikit berhasil
Ada banyak problema dan lara derita
Ada secercah senyum sukacita dan bahagia
Semuanya terlahir dari pilihan dan keputusan nalar
ketika hadapi tuntuan kebutuhan diri
saat alami tantangan dari luar pribadi
Waktu telah membawaku hingga saat ini
Angin telah menemaniku melewati banyak ruang
3.
Hari ini
Nafas dan waktu mengajari kesadaranku
Apa pun kata mereka
dan siapa pun yang mengatakan
Jejak langkah setiap pribadi
punya warna sendiri
punya sosok wajah istimewa
Aku pemiliknya hanya alami fakta dan misteri
Bisa berkelana dalam angin nafas
yang mengalir bersama Sang Waktu
4.
Pada jedah di ruang ini
kembali waktu menulis pemahamanku
Jejak langkahku itu
tak pernah tergantikan
oleh apa pun dan siapa pun
Bahkan oleh aku sendiri
karena sudah terpatri memori
Setiap langkah ada ruang dan waktunya
tak pernah sama dan tak tergantikan
Mungkin hanya debu tanah yang paham
Mungkin hanya cahaya angkasa yang mengerti
Dan
Sang Waktu yang tahu pasti
5.
Kepada desah nafas ingin aku katakan
bawalah rindu dambaku berkelana
mengukir seribu makna
ajarlah cita dan imajinasiku mengembara
mengukir sejuta telapak warna makna
Kepada ruang dan waktu
aku meminta dan berharap
beri aku ruang tanpa sekat
untuk seribu jejak makna
beri aku waktu tanpa batas
untuk sejuta telapak warna
Kepada angin dan debu tanah
aku mengajak untuk menemani jiwa raga
berkelana abadi mengembara lestari
Mungkin dalam untaian kata syair
dan bait-bait sajak semesta
Karena
ucapan dan mimpi-mimpi sering hilang
imajinasi dan rindu damba jarang tercatat
tetapi
tulisan dan data digital
mungkin akan lama tersimpan
dan jadi buku memoar zaman

