“Hidup ini adalah perpanjangan waktu. Kesempatan untuk perbaiki diri agar hidup kita jadi makin baik.” -Mas Redjo
Jangan menunda pekerjaan, karena membuang-buang waktu itu rugi sendiri. Hutang waktu itu harus dilunasi. Jika tidak, dijamin kita jadi malas. Pekerjaan makin menumpuk.
Kita juga tidak bakal mampu untuk melunasi waktu yang terbuang itu untuk selamanya.
Untuk diingat, apa jadinya, jika oksigen yang kita hirup sepanjang hidup ini membeli? Padahal Tuhan anugerahi kita semua itu gratis. Apakah kita ingin mengecewakan-Nya?
Hidup ini kesempatan baik yang harus dimanfaatkan dengan baik pula. Orientasi ini yang harus jadi pedoman hidup untuk direfleksikan agar kita tidak bermalas-malasan, lalai, atau salah jalan dan menjauhi Tuhan.
Hidup ini harus terus menerus kita refleksikan agar arah jalan dan tujuan hidup kita benar dan seturut kehendak-Nya.
Untuk direnungkan saksama, baik tentang keimanan kita pada Tuhan dan hubungan kita dengan sesama.
Lewat refleksi iman, kita melihat intensitas waktu yang kita berikan pada Tuhan. Untuk beribadah, bermeditasi, dan untuk mendengar, merenungkan, serta melaksanakan firman-Nya. Tujuannya agar kita makin dekat dan akrab dengan Tuhan dan sesama.
Begitu pula dalam sosialisasi dengan sesama agar kita makin peduli, berempati, dan berbagi murah hati. Hidup untuk saling mengasihi.
Sejatinya terus menerus berefleksi itu tujuannya agar hidup kita makin baik dan benar. Hidup untuk
mengabdi dan melayani Tuhan.
Mas Redjo

