Mencari Yesus di tengah kerumunan banyak orang di Bait Allah? Dia sudah siap menuju Yerusalem. Kita sudah memasuki Minggu Prapaskah ke-5.
Pada Minggu berikutnya, secara liturgis kita akan mengikuti Dia masuk Yerusalem, hadir dalam Perjamuan Terakhir, melihat pembasuhan kaki para Rasul, hadir saat Dia berdoa di Taman Getzemani dan ditangkap. Kita mengikuti Dia ke rumah Kayafas, Istana Herodes dan Pilatus, menyaksikan Dia disesah, dicambuk, dan diolok-olok. Juga mengikuti Dia saat Dia memanggul salib menuju ke Puncak Kalvari, memandang Dia yang wafat di atas kayu salib. Ketika Dia diturunkan dari salib dan dipangku oleh Bunda Maria. Kita mengikuti rombongan saat mereka menguburkan-Nya, dan mendengarkan berita, bahwa Dia bangkit!
Sesungguhnya…
- Saatnya sudah tiba, bahwa biji gandum itu harus jatuh dan mati. Lalu hidup, tumbuh, dan berbuah.
- Saatnya sudah tiba, bahwa penghakiman atas dunia sudah datang.
- Saatnya sudah tiba, ketika Dia ditinggikan di atas salib untuk menarik banyak orang.
- Saatnya sudah tiba, bahwa Dia menyempurnakan sikap taat-Nya kepada Bapa.
- Saatnya sudah tiba, kita terus memandang Dia yang di atas kayu salib itu, dalam kontemplasi, dan meyakini, bahwa Dia saat ini sebagai tanda perjanjian yang baru antara Allah dan manusia. Tanda perjanjian itu tidak lagi ditulis pada dua loh batu atau di hati manusia, tapi terwujud pada persembahan dan pengorbanan diri-Nya secara total untuk penebusan manusia.
Sempurna!
- Berarti saat kita mencari-Nya, kemudian menemukan-Nya. Kita lalu mengikuti-Nya, sebab waktu kita sudah tiba untuk percaya kepada-Nya. Kita tidak usah berpikir lagi, saat ini, waktu kita sudah tiba, karena kita telah mendapatkan anugerah keselamatan dari-Nya.
“Amin!” Inilah jawaban tegas kita untuk mengikuti jalan-Nya. Sekaligus sebagai bukti dari kesetiaan dan ketaatan kita.
Rm. Petrus Santoso SCJ

