Bagi sebagian orang, asal-usul dan identitas itu penting. Selain sebagai penanda individu, asal-usul dan identitas juga bisa menunjukkan status sosial dan kedudukan seseorang.
Banyak orang juga bertanya-tanya tentang asal-usul Yesus dan identitasnya. Mereka memakai cara pikir manusiawi untuk melihat asal-usul dan identitas Yesus. Mereka bingung, ketika Yesus megatakan, bahwa Dia berasal dari atas dan mereka dari bawah. Mereka dari dunia dan Dia bukan dari dunia ini. Dengan menyebut asal-Nya, Yesus menegaskan identitas-Nya Yang Ilahi. Dengan demikian, otoritas yang dimilikinya adalah otoritas Ilahi.
Kita juga tidak jarang berlaku seperti orang-orang ini. Mencoba memahami Yesus dengan cara pikir kita. Tentu sampai tingkat tertentu hal itu tidak salah. Namun, di situlah, kita diajak untuk memaknai arti beriman dan mengikuti Yesus. Jadi pengikut Yesus berarti bersedia untuk menerima Yesus dengan sepenuh hati, dan segenap akal budi. Sekaligus menerima juga otoritas Ilahi-Nya. Dengan menerima otoritas Ilahi, kita percaya, bahwa kita milik Allah. Dialah penyelenggara hidup kita. Konsekuensinya, kita juga hendaknya hidup sesuai identitas kita sebagai pengikut dan murid Yesus.
“Tuhan Yesus, engkau memberi identitas baru bagi kami, yaitu sebagai pengikut-Mu. Mampukanlah kami untuk menghayati identitas itu dalam hidup sehari-hari. Amin.”
…
Ziarah Batin

