Tuhan melihat dengan tajam, perhatikan perilaku kita.
“Celaka bagimu, hai Khorazim! Celaka bagimu, hai Betsaida! Dan bagimu, hai Kapernaum!” (Matius 11: 21.23).
Dengan tajam, Tuhan melihat hal-hal yang tidak berkenan: hati yang tertutup dan keengganan untuk bertobat.
Beda dengan penduduk di Kota Tirus, Sidon, Sodom dan Gomora. Mereka mengakui kesalahan dari perilaku mereka yang tidak benar dan membuka hati bagi pertobatan.
Tidak mudah untuk membuka hati. Karena malu, itu alasan pertama. Tidak mau diketahui, itu alasan kedua. Tidak membutuhkan, itu alasan ketiga. Kita merasa membuang-buang waktu, itu alasan keempat. Tertutup hatinya, itu alasan kelima. Juga kita tidak mengerti, itu alasan keenam.
Bagaimana pun, Tuhan melihat perilaku kita dengan tajam. Tuhan melihat hati. Jika memang ada hal yang tidak berkenan, tidak pantas, dan tidak benar di hadapan Tuhan. Ambillah jalan untuk kembali kepada-Nya.
Hanya pribadi-pribadi yang rendah hati yang bisa mengerti dan memagaminya. Semoga kita adalah salah satunya. Amin.
Rm. Petrus Santoso SCJ

