Setiap kebaikan yang ditinggalkan akan bertumbuh dan berbunga.
Setiap sukacita yang ditinggalkan akan dikenang dan dirindukan.
Setiap kisah yang diceritakan akan diingat dan dijadikan pembelajaran hidup.
Setiap pengalaman iman yang dibagikan akan diendapkan dan dijadikan sebagai pegangan.
Setiap jabat erat persaudaraan yang diberikan akan disambut dan dijadikan penguat, serta pengikat persaudaraan.
Waktu akan selalu terulang. Maka, bersahabatlah dengan waktu, nikmatilah setiap waktu dan jadikanlah setiap waktu untuk merangkai kisah-kisahmu.
Kisah yang dibingkai oleh waktu sungguh berharga, mahal nilainya, dan nikmat rasanya. Karena kisah itu sudah berubah jadi suatu berkat yang siap diceguk dan mengaliri sekujur tubuh.
Terima kasih waktu: Hari Senin sampai Hari Minggu! Karena lewat hari-hari itulah, engkau sebagai sang waktu tidak pernah mengatakan aku lelah mengikuti kisah-kisahmu. Yang terjadi, engkau selalu memberi warna dan sensasi pada kisah-kisahku!
Tidak ada lembar kertas untuk menuliskan kisah-kisahku. Yang kutulis lewat medsos ini hanya sebagian kecil dari kisah-kisah itu. Jika saatnya tiba, setiap kisah itu akan bercerita sendiri. Ia akan renyah bertutur dan mengungkapkan kisah-kisahnya.
Masih ada kisah yang menunggu dan siap menyambutku. Maka, hantarlah aku, hai sang waktu, agar kisah-kisah itu benar-benar jadi milikku.
Aku yakin, waktu akan terulang. Kisah-kisah pun akan diulang lagi: ‘Dejavu’. Yang penting, di mana saja kita berada, bagikan kebaikan, sukacita, pengalaman iman, dan jabat tangan erat persaudaraan itu untuk setiap pribadi yang disapa dan dijumpai.
Ya, waktu pasti akan terulang. Kapan itu? Dejavu!
…
Macau, 07 April 2025
Romo Petrus Santoso SCJ

