Setiap orang mempunyai kesempatan untuk berbagi cerita, dan tidak dilarang. Hanya saja untuk berbagi cerita itu dibutuhkan kebijaksanaan: memilih dan memilah. Bercerita kepada siapa? dan kepentingannya untuk apa?
Di dunia media sosial seperti sekarang ini, di mana berita mudah disebarkan dengan amat cepat oleh jari, maka makin dibutuhkan kebijaksanaan yang lebih untuk memilih dan memilah. Kadang, orang hanya melihat foto saja, lalu berkomentar, tanpa melihat alur kisah waktu yang sedang terjadi. Atau hanya melanjutkan berita tanpa ada klarifikasi. Berita pun menyebar tanpa bisa dihentikan, tentunya tidak ada yang bertanggung-jawab.
Itulah sebabnya, saat berbagi cerita dibutuhkan kebijaksanaan: Tahu kepada siapa cerita dibagikan? Ada kepentingan apa cerita itu dibagikan?
Hal yang wajib dihindari untuk berbagi cerita pada mereka yang ingin tahu, tapi kemudian tidak bisa “memahami” cerita. Lalu hanya dibagikan begitu saja. Juga tidak perlu untuk berbagi cerita untuk mereka yang tidak bisa menyimpan rahasia, khususnya ketika kisah itu bersifat pribadi.
Berbagi dan mendengarkan cerita itu baik. Tapi alangkah bijak, jika kita memahami cerita itu, lalu membagikannya dengan kebijaksanaan: untuk memilih dan memilah hal baik dan positif, tidak sebaliknya hal buruk dan negatif!
Macau, 05 April 2025
Romo Petrus Santoso SCJ

