Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kualitas hidup orang
ditentukan oleh kualitas
pikirannya.”
(Marcus Aurelius)
Kita Dibentuk oleh Pikiran Kita
Sungguh, betapa dasyat dan sangat menentukan nasib ini, jika hidup ini dikendalikan oleh pikiran sendiri. Betapa kuatnya efek dari pikiran ini bagi seluruh gerak hidup kita.
Negative Thinking
Dalam konteks yang sangat spesial ini, kita dapat membayangkan, bagaimana dampaknya, jika di dalam arena hidup ini, kita selalu berpikir negatif? (negative thinking)
Karena bukankah di dalam pikiran yang serba negatif itu akan memancarkan gelombang berfrekuensi rendah yang mampu menarik energi negatif yang tentu akan sangat berdampak pada kehidupan?
Anda dan saya dapat membayangkan, bagaimana dampaknya hidup ini, jika ternyata setiap hari kita memelihara aneka pikiran negatif ini?
Bahkan, jika kita selalu terngiang-ngiang akan suatu kegagalan? Dengan sambil terus membayangkan keadaan hidup kita yang ruwet, karena belum memiliki rumah, hutang yang belum dilunasi, dan anak-anak yang gagal studi?
Sungguh, jika terus demikian, kita tidak akan pernah mampu untuk bangkit dari kondisi keterpurukan yang sangat parah ini. Bahkan kita kian terjerembab ke dalam kubangan keputusasaan.
Sayang, Seribu Sayang
Sungguh patut disayangkan, jika kondisi yang demikian ini terus dipelihara lewat sikap pesimis. Hal ini berarti kita telah mengabaikan rahmat Tuhan (gratia Dei) yang telah dicurahkan secara cuma-cuma kepada kita?
Walaupun banyak orang telah percaya, bahwa betapa sulitnya untuk meyakinkan dan membangkitkan motivasi serta pengharapan di dalam diri orang yang terpuruk. Namun demikian, tidaklah mustahil orang yang sudah terpuruk itu ternyata mampu untuk bangkit dan meraih kembali dunianya yang telah hilang itu.
Mari Bangkit dan Bergeraklah
Bagaimana caranya? Dengan cara segera sadar diri dan bangkit. Buanglah jauh ‘mindset’ lama itu. Dalam konteks ini, hanya kita sendiri sebagai pemegang kunci sukses utama dan bukan dari pihak lain.
Ketika kita sungguh sadar dan percaya pada potensi hebat dalam diri ini, mustahil kita tidak sanggup untuk bangkit. Kita pasti sanggup!
Apa Kunci Rahasianya?
Ya, hanya sikap optimis sejati yang sanggup membuka gembok pintu berkarat di dalam penjara yang telah lama memenjarakan kesadaran jiwa kita.
Sekali lagi, dalam kondisi spesial ini, hanya dibutuhkan secercah cahaya pengharapan dan sikap keberanian sejati dalam diri kita untuk rela berubah!
Kita adalah orangnya!
Kediri, 4 April 2025

