Datangnya hari yang baik, berjumpa dengan orang yang baik, dan hidupnya jadi berubah. Meskipun sebelumnya, dia, seorang yang lumpuh, selama 38 tahun ada di atas tilam dengan hanya menunggu, berharap, bergulat, dan menjawab setiap pertanyaan dari pergulatannya sendiri.
Menunggu! Karena semua orang yang ada di sekitarnya itu sibuk dengan urusan masing-masing. Di sekitar kolam itu pasti ramai. Selama 38 tahun, si lumpuh itu menyaksikan yang terjadi selama puluhan tahun itu.
Berharap itu pasti! Supaya ada yang bisa menolong, tapi dia juga tidak bisa asal meminta atau memaksa. Dia sadar diri, bahwa setiap orang sibuk dengan urusan masing-masing.
Bergulat! Jangan ditanyakan lagi. Ia bergulat dalam keterbatasan, kelemahan, dan penderitaannya. Bahwa dia bisa melewatinya selama 38 tahun, ini luar biasa sekali. Sedangkan kita menderita sesaat atau beberapa hari saja, kita sudah merasakan kelelahan dan mengeluh dengan luar biasa.
Banyak pertanyaan yang muncul dan ada yang bisa dia jawab, dan ada yang menunggu jawabannya. Semua pertanyaan itu 5W (What, Where, Who, When, Why) dan 1H (How) pasti muncul.
Akhirnya, hari yang baik itu datang. Dia berjumpa dengan orang yang baik. Perubahan hidup yang baru itu terjadi. Dia masih bisa berdiri, mengangkat tilam dan memulai perjalanan hidup yang baru. Diberi waktu dan kesempatan untuk berbuat baik juga.
Hari yang baik dan kemudian melakukan kebaikan-kebaikan adalah tugas dia yang baru. Tuhan telah bekerja dengan baik. Tuhan selalu bekerja dengan baik untuk mendatangkan kebaikan-kebaikan bagi hidup manusia.
Semoga kebaikan-kebaikan ini tidak hanya berhenti dan dinikmati sendiri, misalnya kita yang menerimanya. Semoga yang lain juga mendapatkan berkat dari kita, yaitu menerima kebaikan.
Hari yang baik itu telah tiba pada kita. Kapan? Hari ini! Tidak harus menunggu lama: apalagi harus menunggu 38 tahun. Karena Tuhan Maha Baik.
Rm. Petrus Santoso SCJ

