Jam 04.30 pagi saya ke luar kompleks dengan beberapa boxes sampah yang sudah dua hari tidak ditarik petugas kebersihan.
Tujuanku membawa sampah itu ke TPS yang tidak jauh.
Di depan gerbang kompleks saya melihat petugas kebersihan duduk seorang diri, sepertinya menunggu truk sampah. Saya terus ke TPS. Tidak lama.
Sekembali dari TPS saya masih melihat Pak petugas kebersihan. Saya samperin dia: “Koq nongkrong sendiri, Pak?” sapaku. _
“Iya, Pak, dari jam 04.00 nunggu truk sampah,” jawabnya. “Kemarin malah sampai jam 11.00 truk baru lewat,” lanjutnya .
Sambil saya mengulurkan amplop yang memang jadi bagiannya, saya katakan, “Ya sudah, kalau truk tak datang pulang dulu, siap ikut Sholat Ied. Selamat Hari Lebaran ya pak!” Petugas ini memang seorang Moslim. Saya lalu pamit pulang.
Walaupun truk sampah belum ada tanda-tanda datang, Pak kebersihan itu belum berniat untuk pergi dari tempat duduknya.
“Nggih, sekedap malih. Matur nuwun, Pak,” katanya sambil erat menjabat tangan ini .
Orang ini setia pada tugasnya di tengah sepi tetangganya yang pergi mudik. Tidak bersembunyi dalam keriuhan masal yang bernama mudik.
Semoga dia tetap sehat ya Tuhan .
“Minal Aidin wal fa izin.”
Salam sehat.
Jlitheng

