“Kata Yesus kepadanya: ‘Pergilah, anakmu hidup!’ Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi” (Yoh 4: 50).
Penginjil Yohanes mengajak kita untuk melihat kisah pejabat kerajaan yang datang kepada Yesus dengan harapan besar meminta kesembuhan anaknya. Yesus hanya berkata, “Anakmu hidup.” Pejabat itu percaya, meski tidak melihat bukti langsung. Ketika ia kembali, anaknya benar-benar sembuh.
Kisah ini mengajarkan kita, bahwa harapan sejati tidak bergantung pada yang dilihat atau diukur, tapi pada iman kepada Tuhan yang bekerja, bahkan di luar pemahaman kita.
Di dunia yang serba cepat ini, kita sering kali ingin hasil instan, baik itu dalam pekerjaan, hubungan, atau doa kita. Namun, sering kali, hidup membawa kita pada penantian yang penuh ketidakpastian.
Seperti pejabat itu, kita diajak untuk percaya, bahwa harapan baru muncul dari iman yang mendalam pada Allah. Walau situasi tidak selalu tampak baik, kita dapat tetap berharap, karena Tuhan bekerja di luar segala batasan kita. Harapan yang baru ini mengingatkan kita untuk mempercayakan segala sesuatu kepada-Nya, bahkan, ketika jawabannya belum tampak.
“Tuhan, berikan kami iman yang teguh, agar kami tetap berharap dan percaya pada kasih dan kuasa-Mu, walau dalam ketidakpastian.”
Sr. M. Yvonne, P. Karm
Senin, 31 Maret 2025
Yes 65: 17-21 Mzm 30: 2.4-6.11-13 Yoh 4: 43-54
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

