“Menikmati liburan itu tidak identik dengan bermalas-malasan atau bersantai-ria, tapi yang utama adalah membangun keakraban dalam keluarga.” -Mas Redjo
Bagi saya pribadi, liburan itu adalah suatu kemewahan! Karena sejak menikah saya ini maniak kerja. Hidup untuk bekerja. Saya harus memenuhi kebutuhan keluarga!
Prinsip hidup berumah tangga saya adalah kami ingin menikmati hidup yang bebas waktu dan bebas finansial untuk berbagi. Hidup untuk memberi.
Kesadaran itu muncul, karena saya memotivasi diri. Hidup ini adalah pilihan dan kita yang memutuskan, mau berbuat apa dan jadi apa, semoga Tuhan memberkati.
Sadar diri itu yang menuntun saya untuk membuat perencanaan masa depan keluarga dengan saksama dan jelas. Saya mohon penyertaan, pendampingan, dan bimbingan Tuhan agar semua itu terjadi seturut kehendak-Nya.
Saya selalu membiasakan diri untuk memulai dan mengakhiri suatu job, pekerjaan itu dengan berdoa agar usaha saya dilancarkan dan diberi hasil yang terbaik oleh Tuhan.
Mewujudkan target demi target itu tidak sekadar memotivasi diri, tapi saya dituntut untuk memberikan kemampuan yang terbaik untuk mencapai hasil maksimal. Sekaligus untuk memaknai perjuangan usaha itu sebagai anugerah-Nya.
Target demi target itu dicanangkan, karena saya ingin memaknai dan menikmati hidup ini agar berguna bagi sesama. Tujuan utama itu tidak pada hasil pencapaian, tapi pada pemaknaan hidup.
Bebas waktu dan bebas finansial, karena hidup ini tidak semata untuk mengumpulkan matre dan muasi nafsu sendiri. Tapi yang utama itu memenuhi kebutuhan hakiki, hidup untuk memberi, karena kita telah terberi dan dicukupi-Nya.
Membangun kebersamaan dalam keluarga itu sejatinya tujuan hidup berumah tangga demi kebahagiaan seluruh anggota keluarga. Hidup saling mengasihi. Tidak untuk yang lain!
Mas Redjo

